Pemkab Kapuas Hadiri Rakor Inflasi dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah Secara Virtual

HADIRI – Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Raison, mewakili Pemkab Kapuas mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah secara virtual di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, Selasa (29/7/2025).(Media Dayak/ hmskmf)

Kuala Kapuas, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor)  Pengendalian Inflasi dan  Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah  terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah, yang dilaksanakan pada Selasa pagi (29/07/2025). Pemkab Kapuas mengikuti kegiatan ini secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas.

Dalam  rakor yang dipimpin oleh  Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam  Negeri,  Tomsi  Tohir, Pemerintah Kabupaten Kapuas diwakili oleh  Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum,  dan  Politik (Sahli Bid. PHP),  Raison, dan  turut dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten Kapuas, Ahmad Nasrullah, serta  undangan lainnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan  Jasa BPS,  Pudji  Ismartini, menyampaikan tinjauan inflasi dan  Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu keempat Juli 2025. Berdasarkan data  SP2KP, 36 provinsi mengalami kenaikan IPH, sedangkan hanya 1 provinsi mengalami  penurunan. Komoditas utama penyumbang kenaikan IPH meliputi cabai rawit, bawang merah, dan beras.

monitoring Kantor Staf Presiden (KSP),  komoditas strategis yang saat ini tergolong tidak  aman dari sisi harga yaitu  bawang merah,  beras medium,

Sementara itu, Kepala Bapanas,  Arief  Prasetyo  Adi, dalam paparannya menjelaskan bahwa Rakortas Pangan yang digelar pada 25  Juli 2025  menyoroti pentingnya penanganan kasus beras oplosan. Ia menyampaikan bahwa para produsen dihimbau untuk tidak  menarik barang dari pasar, menyesuaikan harga sesuai spesifikasi beras,  dan memperbaiki kualitas produksi. Selain itu, stok yang telah tersedia di gudang maupun yang telah dipajang di pasar ritel akan tetap disalurkan, dengan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang direncanakan akan disesuaikan menjadi satu  harga. Untuk itu, Badan Pangan Nasional akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan penyesuaian HET dan klasifikasi mutu beras.

Sementara itu, Perum Bulog melaporkan bahwa kebutuhan anggaran untuk penyaluran beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton pada periode  Juli hingga Desember 2025  diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun. Program SPHP tersebut kembali digulirkan mulai bulan Juli hingga akhir tahun,  dengan total pagu penyaluran SPHP  sepanjang tahun  2025 sebesar 1,5 juta ton. Penyaluran beras dilakukan melalui jaringan pengecer serta dalam kegiatan Gerakan  Pasar Murah.

Di akhir sesi, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR memaparkan capaian program 3 Juta Rumah. Hingga 25 Juli 2025, data  yang disampaikan oleh pemerintah daerah dan desa/kelurahan secara nasional baru mencapai 244.248 unit rumah,  atau  8,14% dari target.  (hmskmf/Lsn)

 

image_print

Pos terkait