Pdt H.I Tangka: Legalitas GTTK Sudah Kuat!

Bupati Jaya S Monong akrab bersama Pdt H.I Tangka.(Foto/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

     Pendiri Sinode Gereja Tabernakel Tubuh Kristus (GTTK) Pdt H.I Tangka menegaskan legalitas GTTK di 33 Provinsi di  Indonesia sudah kuat.

“Untuk Kalimantan Tengah,saat ini sedang kami perjuangkan,dan kami percaya,Kristus sebagai kepala,penanggung jawab keselamatan kita akan bertindak,menyertai perjuangan kami,sehingga legalitas di Kalimantan Tengah dapat kami(GTTK)miliki,” kata Hans dibincangi usai ibadah dan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Tabernakel Tubuh Kristus(GTTK) “Kristus Penolong”,desa Tuyun Kecamatan Mihing Raya,Kamis(10/10).

Hans menjelaskan,di Gumas selain GTTK “Kristus Penolong” di desa Tuyun dan GTTK “Kristus Penolong” Kuala Kurun,di desa Bereng Jun Kecamatan Manuhing terdapat GTTK “Lembah Pujian.”

“Kami meyakini, kalau Kristus sebagai kepala yang bertindak, di Kabupaten Gunung Mas akan berdiri GTTK-GTTK  yang mengabarkan Pengajaran Mempelai Alkitabiah(PMA), karena firman-Nya; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutupnya; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka,” tutur Hans didampingi Ketua Umum Sinode GTTK Pdt Franki Y Tangka.

Ujar Hans,GTTK juga ada di kota Palangka Raya,Kabupaten Kapuas dan beberapa daerah di Kalimantan Tengah.

“GTTK di Kabupaten Kapuas itu pembangunan gedung gerejanya mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten.Kami yakin,Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mendukung pembangunan  GTTK di daerah ini yang visi utamanya  mengabarkan Pengajaran Mempelai Alkitabiah,” kata Hans.

Hans yang dipanggil orang tua rohani dari jemaat GTTK di Indonesia,Kalimantan Tengah dan Gumas itu berharap Pdt GTTK di Gumas dan di Kalimantan Tengah umumnya tetap setia dalam pelayanan dan menyampaikan firman Tuhan yang Alkitabiah melalui Pengajaran Mempelai Alkitabiah.

“Kami menyampaikan firman dalam Pengajaran Mempelai Alkitabiah,karena kami dan kita semua yakin Tuhan Yesus akan datang kembali.Dia datang tidak seperti bayi dulu,Dia datang untuk menjemput gereja Tuhan,dimana gereja Tuhan sedang diproses oleh firman-Nya untuk menjadi gereja yang sempurna,tak bercacat tak bercela,” urai Hans.

Selain penyampaian firman Tuhan,Hans pun panjang lebar menceritakan pelayanannya merintis PMA di Kalimantan Tengah dan Gumas kususnya sejak tahun 1962,dan bagaimana Tuhan menyertainya pelayanannya.

“Kala itu(sejak tahun 1962)pelayanan di daerah ini(Sekarang Kabupaten Gunung Mas)saya lakukan di desa Tuyun,Tewang Pajangan,Kuala Kurun,Tewah,Tumbang Miri dan daerah lainnya.Tuhan menyertai dan Tuhan banyak memberi kebaikan kepada saya dalam pelayanan itu,hingga sekarang,” tandas Hans.(Nov)

image_print

Pos terkait