SekdaGumas, Yansiterson (dua dari kanan) membuka rapat sinkronisasi indikator makro daerah Gumas di aula BP3D. (Foto Media Dayak/Istimewa)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bagi pemerintah daerah kabupeten Gunung Mas (Gumas), data PDRB (produk domestik regional bruto) sangat penting dan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan pemerintah daerah, sekaligus menjadi cermin dalam merumuskan kebijakan yang bersifat strategis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas, Yansiterson menyampaikan hal itu kala membacakan sambutan tertulis Bupati Gumas, Jaya Samaya Monong pada rapat sinkroniksasi indikator makro daerah kabupaten Gumas dengan tema “Data PDRB Untuk Menggali Potensi Daerah di Kabupaten Gumas” Jumat (22/11) di aula BP3D.
“Lewat penyajian data, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan inflasi, diharapkan dapat memberikan gambaran yang akurat dalam wujud angka-angka yang dihasilkan, dari perhitungan berdasarkan berbagai pendekatan, baik pendekatan produksi, pendapatan maupun pengeluaran,” kata Yans.
Dengan pendekatan produksi dalam perhitungan PDRB, sambung Yans, dapat diketahui seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan oleh barang dan jasa, yang dihasilkan dalam lingkup kabupaten.
“Dengan pendekatan pendapatan, terungkap berapa besar balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi, yang ikut serta dalam proses prosuksi di wilayah kabupaten Gunung Mas ini. Selanjutnya dengan pendekatan pengeluaran, dapat diketahui seberapa besar konsumsi pemerintah, rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba di kabupaten Gunung Mas,” tutur Yans.
Lebih lanjut menurut Yans, data PDRB dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan pemerintah daerah. Dengan data PDRB dapat diketahui sektor yang terus mengalami peningkatan maupun penurunan.
“Dengan data PDRB, kita dapat melihat berbagai produk dan usaha yang berkembang di dalam tiap sektor atau dengan kata lain kita dapat mengindentifikasi dimana kekuatan dan kelemahan daerah,” ucap Yans.
Kegiatan dengan narasumber dari Bappedalitbang Provinsi Kalteng dan BPS Gumas, dihadiri sejumlah pimpinan OPD, pejabat eselon III dan IV dan stakeholder lainnya. (Nov)











