Juliansyah
Sampit, Media Dayak
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, menegaskan, agar perusahaan perkebunan di daerah itu aktif menyampaikan dan melaporkan program CSR kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kotim. Ini penting dilakukan untuk memberikan informasi yang baik bagi dunia investasi itu sendiri.
DPRD menilai pemberian informasi positif ini penting untuk menyanggah kampanye hitam terhadap usaha perkebunan kelapa sawit itu sendiri. Maka tidak salah jika masyarakat menganggap masuknya investasi minim kontribusi lantaran apa yang sudah dilakukan investasi untuk CSR dan lain sebagainya tidak pernah diungkapkan. “Selama ini pemberitaan cenderung banyak negatifnya terhadap investasi, maka dari itu untuk itulah saya mendorong bagaimana agar kegiatan-kegiatan positif dari perkebunan seperti halnya CSR, pembangunan jalan ataupun perbaikan hendaknya disampaikan kepada public,”kata Juliansyah.
Ditenggarai, kata Juliansyah, konflik di bidang kelapa sawit dengan mayarakat lokal ini juga bisa diselesaikan melalui program pemberdayaan masyarakat sekitar hingga menjadikan masyarakat sebagai objek sekaligus subjek dari CSR perusahaan tersebut.
Juliansyah, menyebutkan, hal itu memang terlihat sepele. Namun ketika saat ini para penecari informasi dari luar daerah membuka di imternet maka yang banyak informasi cenderung sengketa, konflik, dan lain sebagainya. “Sedangkan kegiatan positif perkebunan tidak pernah terlihat,”kata Juliansyah.
Sejauh ini, kata Juliansyah mereka jarang sekali menerima informasi mengenai perusahaan perkebunan dan sejenisnya yang melakukan kegiatan CSR dan lain sebagainya. Sehingga kondisi ini terlalu lama dibiarkan akibatnya membuat citra investasi itu kurang baik dimata masyarakat.
“Cuma ada beberapa perusahaan perkebunan yang saya lihat aktif menyampaikan informasi positif kepada public dan kami apresiasi itu karena pola-pola demikian tentunya sangat diperlukan untuk investasi itu sendiri,”kata Juliansyah. (Emy/Rsn)










