Anggota Komisi III DPRD Gumas, Sahriah.(Media Dayak/Novri J H)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif melalui pembukaan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 Gumas. Program yang digelar di Aula Serba Guna Sekolah Rakyat Permanen, Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Jumat (31/7/2026), mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk legislatif.
Anggota Komisi III DPRD Gumas, Sahriah, menilai kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekedar menghadirkan fasilitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,tapi merupakan langkah strategis pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Sahriah, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah pembangunan daerah di masa depan. Karena itu, ia menegaskan Sekolah Rakyat harus terus dikawal agar tidak hanya sukses pada tahap awal,tapi juga berkelanjutan dengan kualitas pendidikan yang semakin baik.
“Program Sekolah Rakyat adalah kebijakan yang sangat berpihak kepada masyarakat. Anak-anak dari keluarga prasejahtera kini memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Ini merupakan investasi besar dalam mencetak generasi unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” tegas Sahriah dalam pesan elektroniknya kepada mediadayak.id, Jumat (31/7/2026).
Wakil rakyat dapil II itu menilai sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Gumas patut diapresiasi karena berhasil menghadirkan sekolah permanen yang memberikan layanan pendidikan secara terpadu, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Namun demikian,Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya gedung sekolah atau jumlah peserta didik yang diterima. Yang lebih penting adalah kualitas proses pembelajaran, pembentukan karakter, kompetensi tenaga pendidik, hingga keberhasilan lulusan dalam meraih masa depan yang lebih baik.
“Kami di DPRD, khususnya Komisi III yang membidangi pendidikan, akan terus mengawal program ini agar mendapat dukungan anggaran, peningkatan fasilitas, serta penguatan kualitas tenaga pendidik. Sekolah Rakyat harus benar-benar menjadi pusat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu bersaing,” tuturnya.
Sahriah juga mengajak seluruh orang tua untuk berperan aktif mendampingi proses pendidikan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Orang tua harus menjadi mitra sekolah. Dukungan keluarga akan memperkuat semangat belajar anak sehingga tujuan menghadirkan pendidikan yang berkeadilan benar-benar dapat terwujud,” kata dia.(Nov/Aw)











