Foto : H. Jubair Arifin
Palangka Raya, Media Dayak
Guna menekan lajunya kerusakan infrastruktur khususnya jalan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kalangan DPRD Kalteng meminta agar pemerintah membangun jembatan timbang disejumlah wilayah. Pasalnya, angkutan terutama milik perusahaan besar swasta (PBS) diduga sering tidak terkontrol dan memacu kerusakan infrastruktur di Bumi Tambun Bungai ini.
Salah satu aspirasi itu disampaikan masyarakat Kabupaten Lamandau, kepada tim reses DPRD Kalteng, saat turun reses beberapa waktu lalu. Menurut Anggota DPRD Kalteng, H Jubair Arifin aktivitas angkutan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Lamandau cukup tinggi. Oleh sebab itu, guna meminimalisir kecepatan kerusakan jalan di wilayah ini, pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat mengusulkan agar dibangun jembatan timbang.
Bahkan dalam beberapa kali pertemuan dengan jajaran Pemkab Lamandau, pihaknya mengharapkan agar ruas jalan di wilayah ini dapat ditingkatkan. Hal ini mengingat Lamandau merupakan salah satu daerah atau sentra produk kelapa sawit.
Akibatnya jalan di Kabupaten ini sangat rentan akan kerusakan karena dilalui oleh mobil pengangkut kelapa sawit.
“Mereka mengusulkan agar jalan yang ada dapat ditingkatkan, karena mobilitas angkutan kelapa sawit melalui jalan yang ada cukup tinggi,”Ucap Jubair, saat dikonfirmasi Dayak Pos melalui pesan Whatsapp, jalan S.Parman, Jumat (13/12).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara ini juga mengatakan, untuk meminimalisir kerusakan jalan yang ada, mereka mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk membangun jembatan timbang. Hal itu dimaksudkan untuk mengawasi tonase angkutan muatan dari angkutan perusahaan yang ada.
“Mereka mengharapkan adanya jembatan timbang, hal itu mereka usulkan untuk meminimalisir kerusakan jalan yang ada,”Pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, yang membidangi infrastruktur dan prasarana ini.(Nvd)













