Masyarakat Kalteng Diminta Berperan Aktif Cegah Terorisme

Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy saat membuka kegiatan perlibatan perempuan sebagai agen perdamaian dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di provinsi Kalteng yang dilaksanakan di M Bahalap Hotel, Palangka Raya, Kamis (31/10) (Media Dayak/Ist).

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

      Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri melalui Asisten II bidang administrasi, perekonomian dan pembangunan Setda Kalteng Nurul Edy menyebutkan, diperlukan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan deteksi dini terorisme di daerah ini.

“Pembinaan serta mengembangan potensi dan kekuatan masyarakat dalam mencegah, menangkal dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang meresahkan masyarakat termasuk isu dan gangguan keamanan yang terkait dengan radikalisme, merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Nurul Edy saat membuka kegiatan perlibatan perempuan sebagai agen perdamaian dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di provinsi Kalteng yang dilaksanakan di M Bahalap Hotel, Palangka Raya.

Pihaknya mengatakan, upaya penanganan radikal terorisme yang selama ini dilakukan oleh aparat keamanan dengan memburu, menangkap dan mengeksekusi para pelaku teroris, ternyata bukan menyurutkan gerakan terorisme, kenyataan yang terjadi kelompok-kelompok radikal terorisme, justru mampu mengembangkan pola-pola tindakan yang penyebarannya yang lebih kuat dimulai dengan mempersiapkan kelompok-kelompok pemuda untuk terlibat dalam gerakan terorisme. 

“Fakta lapangan yang merujuk pada pemikiran di atas merefleksikan bahwa upaya penangggulangan teroris ini belum cukup hanya mengandalkan kekuatan aparat keamanan, tetapi diperlukan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan deteksi dini,” tegasnya kembali, Kamis (31/10).

Selain itu menurutnya, keragaman masyarakat Indonesia pada satu sisi dapat membawa keuntungan kalau dapat dikelola dengan bijak, dan berkeadilan, namun disisi yang lain dapat menimbulkan potensi konflik jika tidak terkelola secara baik.

“Tindakan konflik ini berawal dengan tindakan-tindakan ekstrem, tindakan kekerasan dan radikal serta berpeluang untuk masuk dalam lingkaran radikalis meter masuk radikalisme terorisme,” bebernya.

Lebih lanjut pihaknya mengharapkan, program pencegahan paham radikal sebaiknya diinspirasi pada kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air termasuk di kalangan pelajar dan pemuda. 

“Upaya pencegahan tersebut juga dapat dilakukan melalui berbagai jalur diantaranya dengan membangun kretimas kaum pelajar dan pemuda dalam rangka turut berperan aktif memberikan sumbangan pemikiran dalam pencegahan terorisme,” pungkasnya.(YM)

image_print

Pos terkait