Gubernur Tekankan Efisiensi Penggunaan Anggaran Dalam APBD 2020

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran didampingi Sekda Kalteng saat memimpin Rapat Koordinasi Seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pemprov Kalteng, di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng Kamis (31/10).(Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

        Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di awal bulan November ini dijadwalkan segera melakukan pembahasan struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020. 

Terkait hal tersebut, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengingatkan agar kegiatan yang nantinya dimasukan dalam struktur anggaran harus betul-betul bermanfaat.

Diungkapkan Sugianto, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang masih kecil, para penggunaan anggaran diingatkan fokus terhadap pelaksanaan penganggaran kegiatan.

Bahkan, Gubernur mengingatkan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah untuk lebih seleketif dalam melaksanakan kegiatan perjalan dinas. “Hanya kegiatan dinas yang penting yang dilaksanakan dan itu pun pendamping harus dikurangi guna efisiensi anggaran,” tegas Gubernur Sugianto saat Rapat Koordinasi Seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pemprov Kalteng, Kamis (31/10).

Dilanjutkan Gubernur, jangan perjalan dinas yang tidak perlu dianggap perlu, lalu dianggarkan. Dan juga kalau perjalan dinas tidak rombongan, karena itu akan banyak menghabiskan anggaran. 

Terkait efektifitas penggunaan anggaran, Sugianto juga menegaskan, bahwa pada tahun depan tidak ada pengadaan pakaian dinas, pengadaan komputer, dan termasuk kendaraan dinas di lingkup pemerintahan provinsi.

Bahkan, pihaknya mengimbau untuk pemeliharan kendaraan dinas, baik roda dua dan rota empat harus diperhatikan supaya tidak salah dalam penganggaran.

“Jangan ada perjalanan dinas fiktif, jangan ada pemeliharaan kendaraan dinas fiktif. Maka dari itu saya minta Inspektorat meningkatkan pengawasan, supaya tidak ada yang salah dalam penggunaan anggaran,” katanya.

Gubernur menginginkan agar anggaran difokuskan pada kegiatan pelayanan masyarakat, khususnya program prioritas pemerintah seperti pendidikan dan kesehatan, termasuk peningkatan infrastruktur. Maka dari itu, anggaran tidak boleh mubazir dalam artian anggaran yang dikeluarkan harus betul-betul bermanfaat besar bagi daerah.

Dikatakan Gubernur, tidak hanya soal anggaran daerah, namun bantuan anggaran dari pusat seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) harus fokus terhadap program kegiatan. Hal tersebut harus diperhatikan, terutama DAK Pendidikan yang mengalami kenaikan cukup signifikan dan diharapkan kenaikan tersebut bisa dimanfaatkan.

“Ya harus fokus seperti infrastruktur sampai 2021, termasuk pendidikan dan kesehatan yang diperkuat. Bukan dari APBD saja, karena ada dana-dana bantuan dari pusat yang juga harus dimanfaatkan secara maksimal,” ucapnya.

Sugianto menegaskan kembali, bahwa secara detail misi pembangunan yang dilaksanakan pemerintah bertujuan untuk melayani masyarakat. Oleh sebab itu, sekian rupiah anggaran yang dikeluarkan harus memberikan dampak terhadap program-program prioritas pemerintah.

“Contoh infrastruktur, kemudian pendidikan harus sesuai dengan undang-undang, kesehatan juga disesuaikan. Ya, karena anggaran kecil makanya harus fokus pelaksanaan kegiatannya,” pungkas orang nomor satu di pemerintahan Kalteng Berkah.(YM)

image_print

Pos terkait