Mahasiswi Kedokteran Asal Gunung Mas ini membuktikan Anak Daerah Bisa! Lolos Program Unggulan TPPK Ormawa UPR

Ghea Noverissa (berdiri,tiga dari kanan) mahasiswi Fakultas Kedokteran yang berasal dari Gumas berhasil lolos dan menjadi peserta dalam Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UPR.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun,Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kabar menggembirakan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas),bahwa  Salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR) yang berasal dari Kabupaten Gumas Ghea Noverissa berhasil lolos dan menjadi peserta dalam Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UPR.

“Ini adalah program unggulan yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Saya bersama teman-teman Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya yang tergabung dalam tim Program peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Palangka Raya (UPR)Tahun 2025 dilepas oleh Rektor Universitas Palangka Raya Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Palangka Raya Wijnarka,S.T.M.T di Aula Rahan UPR,Senin (14/7/2025) lalu,”kata Ghea Jumat (18/7/2025).  

Putri pertama pasangan Simpei dan Erisna itu menjelaskan jumlah Mahasiwa Fakultas Kedokteran UPR yang tergabung dalam tim PPK Ormawa UPR sebanyak 15 orang mahasiswa.

“Kami (Tim PPK Ormawa UPR 2025) melaksanakan kegiatan Mulai 14 juli hingga bulan November tahun 20205. Lokasi kegiatan kami di

Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng),”ucap Ghea.

Dara cantik kelahiran 17 November 2006 itu lebih jauh mengungkapkan tujuan kegiatan mereka di lokasi pelepasan adalah memberikan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah penyakit menular, PHBS (pola hidup bersih dan sehat) serta pengelolaan sampah yang efisien.

“Bentuk kegiatan kami di lokasi pelepasan yakni kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi pencegahan penyakit menular, PHBS, dan pengolahan sampah yang efisien dalam rangka program penguatan kapasitas Ormawa oleh Belmawa,”terangnya.

Menyoal apakah PPK Ormawa yang diikutinya sama dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata).Gadis belia penghobi menyanyi itu menjawab;”Tidak, PPK itu bukanlah KKN.Memang sama-sama program pengabdian masyarakat, tapi PPK Ormawa lebih berfokus pada pemberdayaan organisasi kemahasiswaan,sedangkan KKN lebih berorientasi pada pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di suatu lokasi tertentu,”tuturnya.

Lebih Jauh Ghea membeberkan kalau PPK Ormawa bukan sekadar rutinitas kampus,tapi merupakan ajang yang menantang mahasiswa untuk mengaktualisasikan ide, kreativitas, dan dedikasi mereka dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong menjadi agen perubahan dengan membawa dampak langsung ke desa/kelurahan melalui program pemberdayaan yang menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan” ungkapnya.

Dengan semangat tinggi dan jiwa sosial yang kuat, mahasiswi kedokteran asal Gumas ini berkomtmen terjun langsung dalam proyek pengabdian berbasis organisasi kemahasiswaan yang bertujuan mendorong kemandirian masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga desa/kelurahan.

“Menjadi bagian dari PPK Ormawa bukan hanya kebanggaan, tapi juga tanggung jawab besar. Saya ingin membuktikan bahwa anak daerah juga mampu berkontribusi secara nyata dan membawa perubahan,” ucapnya penuh semangat.

Keikutsertaan Ghea tidak hanya membawa harum nama Universitas Palangka Raya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Gumas untuk terus bermimpi besar dan berani tampil dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat disektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan hidup.(Nov/Lsn)

 

 

image_print

Pos terkait