Lomba Desa merupakan salah satu bentuk kompetisi pembangunan secara partisipatif dan obyektif

TIM PENILAI LOMBA DESA-Tim penilai lomba desa tingkat Kabupaten Barito Utara tahun 2023 saat akan menuju kantor Desa Lemo II, Senin (20/3).(Media Dayak:Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Barito Utara (Dinsos PMD Barut) Suparmi A Aspian melalui Sekretaris Dinas Sosial Hj Sunarty mengatakan lomba desa dan kelurahan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di daerah adalah salah satu bentuk kompetisi atau persaingan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif dan obyektif oleh masyarakat desa dan kelurahan.

“Pelaksanaan penilaian lomba desa dan kelurahan harus didahului dengan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan yang dinilai dan diikutsertakan dalam lomba desa dan keluarahan adalah berkembang dan cepat berkembang sedangkan yang tidak berkembang tetap menjadi perhatian untuk dibina,” kata Hj Sunatry.

Dikatakannya, penilaian lomba desa dan kelurahan ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi dan tingkat wilayah dan tingkat nasional.

Dalam pelaksanaan penilaian lomba desa dan kelurahan mengacu pada Indikator penilaian sesuai ketentuan Permendagri Nomor 81 tahun 2025 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.

Dikatakannya, dalam penilaian lomba desa terdiri dari 3 (tiga) bidang yaitu pertama bidang pemerintahan terdiri dari pemerintahan desa/kelurahan, kinerja inisiatif dan kreativitas dalam pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan berbasis teknologi informasi atau E Goverment.

Kemudian kedua bidang kewilayahan terdiri dari identitas desa dan kelurahan, batas desa dan inovasi tanggap dan siaga bencana dan yang ketiga bidang kemasyarakatan terdiri dari, partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), keamanan dan ketertiban, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan kemisikinan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Menurutnya, ada beberapa keuntungan dalam pelaksanaan lomba desa dan kelurahan selain sebagai ajang kompetisi antar desa dan antar kelurahan yaitu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dari semua golongan dalam membangun desanya.

Kemudian memelihara dan meningkatkan kebersihan lingkungan baik lingkungan pekarangan masing-masing maupun lingkungan sarana umum yang ada dengan demikian dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat.

Selanjutnya meningkatkan pelayanan pemerintahan dan pembangunan terhadap masyarakat dan meningkatkan kerjasama antar pemimpin desa, aparat desa, lembaga atau organisasi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ibu-ibu PKK serta masyarakat lainnya untuk saling bahu membahu membangun desanya.

Meningkatkan inisiatif dan kreatifitas dalam rangka percepatan keberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa/kelurahan dalam membangun desa menuju desa yang mandiri. Dan meningkatkan tertib administasi, baik administrasi pemerintahan desa, BPD, posyandu, karang taruna, LPMD dan PKK Desa/Kelurahan.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkab barito Utara selalu berupaya untuk mendukung pelaksanaan pembangunan desa dan kelurahan khususnya pelaksanaan lomba desa dan kelurahan secara obyektif sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa lomba desa dan kelurahan adalah salah satu kegiatan rutin semata-mata yang sarat dengan acara seremonial.

“Akan tetapi lebih dari itu yang kita harapkan adalah betul-betul merupakan kewajiban dan tanggungjawab pemerintah desa sehingga dapat bekerjasama dengan semua lapisan masyarakat untuk berupaya membangun desa dan kelurahan yang dapat dibanggakan dan berprestasi seperti sekarang ini minimal sebagai juara lomba desa tingkat kecamatan,” katanya.

Ia juga mengatakan dari hasil pembangunan dan prestasi yang telah dicapai saat ini hendaknya tidak berhenti sampai disini, namun hendaknya dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi dimasa yang akan datang, terlepas nantinya mendapat juara ataupun tidak dari tingkat Kabupaten.(lna/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait