Legislator : Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Semaksimal Mungkin

Foto : H. Achmad Amur

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Pemerintah untuk menekan angka kekerasan terhadap anak usia dini. Pasalnya, bercermin dari sejumlah isu dan pemberitaan Nasional, saat ini tingjat kasus kekerasan terhadap anak masih cukup tinggi.

Menurut anggota DPRD Kalteng H. Achmad Amur, perlu adanya upaya pencegahan agar kasus kekerasan terhadap anak dapat ditekan semaksimal mungkin. Salah satunya yaitu dengan memberikan sosialisasi terharap masyarakat khususnya para orang tua, serta memberikan peringatan sanksi hukum.

“Tentunya perhatian kita tidak boleh luput dengan hal-hal seperti ini, yang artinya, jangan sampai anak-anak yang malah menjadi korban kekerasan, oleh karena itu, perlu adanya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat bahkan kalau perlu sosialisasikan juga peringatan terkait sanksi hukumnya,”Ucap Achmad Amur, saat dibincangi Dayak Pos di Gedung Dewan, jalan S.Parman, pekan lalu.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini juga mengatakan, guna menekan kasus kekerasan terhadap anak, diperlukan berbagai konsep yang positif dan harus menjadi perhatian semua unsur, selain meningkatkan Sosialisasi sepada masyarakat misalnya konsep peningkatan keimanan.

“Konsep positif yang bisa diterapkan disela melakukan sosialisasi adalah Pmerintah daerah bersama dengan stakeholder terkait bisa melaksanakan kegiatan religi, yang tentunya bersifat intens dan rutinitas,”Ujar anggota Komisi III, yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Kepariwisataan ini.

Selain itu, dirinya mengimbau agar orang tua, begitu pula unsur-unsur lain, agar terus meningkatkan pengawasan terhadap anak. Bahkan perlu adanya penekanan tidak hanya bagi anak usia dini, tetapi para remaja terhadap penyalahgunaan obat-obatan. Hal itu juga berlaku untuk peredaran minuman keras dan sebagainya, kendati masyarakat juga punya andil dalam mencegah ataupun menekan hal itu, agar tidak meluas.

“Intinya, jangan sampai lengah dan tetap berkomunikasi. Dimanapun posisi si anak, orang tua harus tetap memberikan perhatian baik disekolah, bimbingan dan pengawasan juga harus dilakukan secara intens. Tentunya juga oleh tenaga pengajar di lingkungan tersebut,”Tandasnya.

Dikatakan mantan Bupati Kabupaten Pulang Pisau ini, penyalahgunaan obat seperti narkoba, sudah sangat mengkhawatirkan, karena perkembangannya sudah merambah berbagai kalangan, termasuk anak usia sekolah. Tidak hanya di perkotaan saja, namun hingga ke pelosok pedesaan.

“Kondisi ini sudah merupakan ancaman serius, bagi bangsa dan negara. Karena penyalahgunaan obat sudah merambah berbagai kalangan, termasuk anak usia sekolah. Tidak hanya di perkotaan saja, namun hingga ke pelosok pedesaan dan menyikapi hal ini, kita selaku wakil rakyat meminta kepada Pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan,”pungkasnya.(Nvd)

image_print

Pos terkait