Lahan Gambut Perlu Perhatian Bersama

Fahrizal Fitri Sekda Kalteng Saat membuka Sosialisasi Borneo Nature Foundation (BNF) Program Sebangau ‘Upaya Bersama untuk Pelestarian Bentang Alam Sebangau melalui kegiatan Penelitian, Konservasi dan  Masyarakat’ Luwansa Hotel, Kamis (28/2).(Media Dayak/Yanting)

Bacaan Lainnya

Palangka Raya, Media Dayak

      Lahan gambut tropika sangat berperan panting pada sistem biosfir dan berpengaruh besar pada keseimbangan iklim dunia. Salah satu hutan gambut terbesar di Indonesia adalah Hutan Rawa Gambut di Sebangau.

Hutan gambut Sebangau merupakan kawasan hutan gambut tropik yang luas dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan unik yang memiliki ciri tertentu.  Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri, saat membuka Sosialisasi Borneo Nature Foundation (BNF) Program Sebangau ”Upaya Bersama untuk Pelestarian Bentang Alam Sebangau melalui kegiatan Peneliatian, Konservasi dan  Masyarakat” Luwansa Hotel, Kamis (28/2).

“Beberapa jenis flora dan fauna endemik tidak ditemukan pada habitat Iain dan tercatat sebagai pendukung populasi kekayaan dunia bagi flora dan fauna dan memiliki nilai ekonomi tinggi. diantaranya seperti ramin (Gonystylus bancanus), jelutung rawa (Dyera costulata), dan satwa yang dilindungi seperti Orangutan, Bekantan, Owa dan lain-lain serta beberapa jenis burung langka,” ujar Fahrizal Fitri.

Dikatakan Sekda, selain unik, Iahan gambut juga merupakan Iahan yang rapuh (fragile), sehingga setiap bentuk pengelolaan Iahan gambut tentu saja menimbulkan dampak baru yang berpengaruh terhadap komponen-komponen di dalamnya. Dalam pemanfaatannya, sebagian besar Iahan gambut di KaIimantan Tengah mengalami degradasi akibat kegiatan-kegiatan yang kurang atau tidak berwawasan Iingkungan.

“Contohnya seperti pembakaran untuk tujuan membuka Iahan. Dengan kata Iain, degradasi yang terjadi di hutan Iahan gambut akan sangat berdampak pada resiko hilangnya keanekaragaman hayati di kawasan itu sendiri. Untuk menjaga dan memelihara hutan gambut dari degradasi yang semakin meningkat, diperlukan adanya aksi-aksi konservasi dan restorasi di semua level,baik itu level internasional, nasional dan lokal,” jelas dia.

Kepada pihak BNF Sekda menghimbau, agar seluruh kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan di masa mendatang lebih terkoordinir dan dapat bermanfaat. Bukan hanya diukur dari banyaknya informasi ilmiah yang diperoleh, tetapi harus terjalin kebersamaan yang kuat, saling menghargai dan bersinergis dengan program pembangunan provinsi Kalteng.

“Kita sadari bahwa tercapainya keberhasilan pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup serta sumber daya alam Kalteng merupakan upaya kolektif dari peran Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama-sama dengan banyak pihak termasuk praktisi lingkungan, kalangan akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bekerja bersama secara sinergis untuk mendukung pembangunan di Bumi Tambun Bungai menuju Kalimantan Tengah BERKAH,” imbuh Fahrizal Fitri.

Untuk diketahui, BNF merupakan organisasi yang bergerak pada bidang konservasi, riset, serta edukasi, yang berpusat di kota Palangka Raya, Kalteng Indonesia. Yang bertujuan untuk melindungi ekosistem alam tradisi kehidupan lokal di Kalteng dengan mempromosikan pengelolaan alam yang berkelanjutan.(YM) 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *