Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong, Gubernur Agustiar Sabran, Pangdam XXII/TB dan Kapolda Kalteng menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Upun Gawi belum lama ini. (Media Dayak/DPRD Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang diselenggarakan Keluarga Besar Upun Gawi di Jalan G Obos VIII, Kelurahan Bakung kota Palangka Raya.
Menurut Arton, Ritual Tiwah merupakan tradisi sakral dalam ajaran Hindu Kaharingan yang memiliki makna mendalam, baik dari sisi spiritual maupun pelestarian budaya masyarakat Dayak di Kalteng.
Ia mengatakan, pelaksanaan Tiwah menjadi wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus bentuk nyata menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Pelaksanaan Tiwah tidak hanya menjadi bagian dari pengamalan ajaran keagamaan, tetapi juga merupakan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Arton akhir pekan lalu.
Lebih lanjut, ia menilai keberlangsungan ritual adat perlu terus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Selain memperkuat nilai religius, Tiwah juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat Dayak.
Arton berharap tradisi Tiwah terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkokoh persatuan dan keharmonisan masyarakat di Kalteng.
Ketua DPRD Kalteng ini mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, menghargai, dan berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat serta budaya daerah.
Menurutnya, keterlibatan generasi penerus menjadi kunci agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap terjaga dan terus hidup di tengah perkembangan zaman.(Ytm/Lsn)













