Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar. (Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Akerman Sahidar menilai program Dinas Pertanian (Distan) Gumas tahun anggaran (TA) 2022 sangat tepat.
“Program Dinas Pertanian tahun anggaran 2022 yang menitikberatkan pada pelaksanaan peningkatan program sektor peternakan, perkebunan, tanaman pangan dan holtikultura, serta peningkatan program penyuluhan, sangat baik dan kami (DPRD) mendukung,” tutur Aker, Kamis (2/12).
Optimalisasi sektor peternakan, perkebunan, tanaman pangan dan holtikultura serta peningkatan program penyuluhan, kata Aker, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi ketergantungan beras dari luar Gumas.
“Kami berharap semua program itu dapat berjalan dengan optimal. Wilayah ini potensial untuk pengembangan sektor peternakan, perkebunan, tanaman pangan dan holtikultura,” ujar Aker.
Diwartakan sebelumnya, Kadistan Gumas Letus Guntur membeberkan TA 2022 Distan Gumas menitikberatkan pada pelaksanaan peningkatan program sektor peternakan, perkebunan, tanaman pangan dan holtikultura, serta peningkatan program penyuluhan.
Disektor peternakan Distan mendapat dukungan dari dana aspirasi anggota DPRD Gumas untuk peningkatan jalan produksi, pengadaan ternak sapi dan ayam petelor.
“Kami berterimakasih atas perhatian dan dukungan anggota DPRD Gunung Mas terhadap pengembangan sektor peternakan. Sektor ini salah satu sektor yang potensial di Kabupaten Gunung Mas,” kata Letus, Jumat (26/11).
Menyoal ketahanan pangan, Letus mengaku selama ini ketergantungan beras dari luar Gumas masih cukup besar. Untuk itu dilakukan peningkatan sektor tanaman pangan dan holtikultura yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan beras di wilayah ini.
“Saat ini kita (Gumas) masih belum bisa (swasembada beras). Karenanya kita berupaya mengurangi dari tahun ke tahun ketergantungan beras dari luar, dengan peningkatan tanaman pangan dan holtikultura,” ucapnya.
Untuk pengembangan jagung hibrida, dia mengaku tahun 2022 tetap dilanjutkan, dengan luasan lahan pengembangan 200 hektare. Adapun capaian keberhasilan pengembangan jagung hibrida tahun 2021, mantan Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan itu menegaskan masih perlu digenjot lagi.
“Masih perlu (digenjot) agar terjadi peningkatan pengembangan yang optimal, karena jagung hibrida sangat potensial di Kabupaten Gunung Mas. Untuk hasilnya produksinya tahun ini rata-rata 3 ton per hektare. Tahun 2022 produksinya kita targetkan 4 ton per haktare. Dengan luasan lahan 200 hektare itu target itu kita harapkan tercapai bahkan melebihi,” jabar Letus.
Letus meyebut pengembangan jagung hibrida sangat menjanjikan. Hasil produksi tahun ini sangat baik, bahkan banyak yang memesan. Hal itulah yang membuat pihaknya keukeuh mengembangkannya di tahun 2022. (Nov/Aw)











