Katingan Berpeluang Kembangkan Unggas

Rudi Hartono S Sos, anggota DPRD Kabupaten Katingan

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kabupaten Katingan berpeluang besar untuk mengembangkan ternak berbagai jenis unggas, seperti ayam petelur, ayam broiller (pedaging), itik petelur (itik Alabio dan itik tegal) dan burung puyuh serta jenis unggas lainnya.

Rudi Hartono, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, saat dikonfirmasi, Rabu (01/09), kepada sejumlah media, membenarkan, hal tersebut. “Pasalnya, selama ini para pedagang telur ayam, telur itik, telur puyuh dan ayam broiller, sebagian besar didatangkan dari luar daerah,”kata Rudi.

Meskipun didatangkan dari luar daerah namun kebutuhan telur ayam, telur itik dan telur puyuh di sejumlah pasar yang ada di setiap kecamatan menurut Rudi, tetap kurang. “Hal ini berdasarkan hasil survey ke beberapa pasar di Katingan, saat kami melaksanakan reses ke beberapa waktu lalu,”jelas legislator partai Golkar ini.

Oleh karena peluangnya besar, mantan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Katingan ini berharap, kepada masyarakat Katingan, terutama yang hobinya beternak atau saat ini sudah mulai melakukannnya, agar mengembankan populusinya, baik ternak ayam petelur, itik petelur maupun puyuh petelur. “Sehingga ke depannya selain akan lebih besar memperoleh laba, juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan sekaligus taraf hidup masyarakat setempat,” harapnya 

Selanjutnya, dirinya juga berharap  kepada Pemkab Katingan melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan setempat, agar dapat membantu para peternak kecil di Kabupaten Katingan yang memang bersungguh-sungguh untuk mengembangkan ternaknya. “Sehingga, para peternak di Katingan mempunyai semangat untuk memperbanyak populusi ternaknya,”kata anggora dewan asal dapil Katingan III yang meliputi wilayah kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya ini. 

Sekedar diketahui, lanjutnya, peternak ayam petelur di Kabupaten Katingan saat ini berada di wilayah kecamatan Katingan. Yakni milik H Munir, dengan populusi sekitar ribuan ekor. “Meskipun produksi telurnya ribuan butir, namun hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan konsumen di beberapa kecamatan saja,”pungkasnya. (Kas/Rsn)

image_print

Pos terkait