Kajian Risiko Bencana untuk Meminimalisir Dampak Bencana

BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani (MD Isen Mulang)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun kajian risiko bencana guna meminimalkan dampak dari ancaman bencana yang berpotensi terjadi di kota setempat.

“Penyusunan naskah sudah pada tahapan menyerap masukan dari elemen masyarakat. Seperti melalui fokus group diskusi yang kami gelar beberapa waktu lalu,”katanya, Jum’at (11/11/2022).

Nantinya, lanjut Emi, dari hasil kajian akademik risiko bencana itu dapat digunakan pemerintah daerah dalam menyusun langkah dan kebijakan untuk penanggulangan bencana.

“Apalagi dalam penanggulangan bencana, pemerintah juga harus punya ‘blue print’ atau dokumen atau regulasi yang menjadi dasar penetapan penanganan kebencanaan,”bebernya.

Emi mengatakan, secara umum potensi bencana yang ada di wilayah Kota Palangka Raya yakni bersifat bencana alam dan bencanan non alam. Untuk bencana kategori alam seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, angin puting beliung dan sambaran petir.

Sementara,  bencana non alam seperti wabah Covid-19 yang kejadiannya cenderung lebih sulit diprediksi ataupun ditangani.

“Sekedar diketahui, saat ini BPBD Palangka Raya terus meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi bencana banjir di kawasan bantaran sungai dan banjir di kawasan permukiman,”tuturnya.

Oleh karena itu, tambah Emi, dalam penyusunan kajian risiko bencana tersebut, mencakup berbagai potensi bencana, baik karena faktor alam ataupun non alam. Termasuk upaya antisipasi, penanganan hingga pemulihan pasca bencana. Serta mengedukasi masyarakat dalam mitigasi bencana. (MCIM/Ytm/Rsn)

 

image_print

Pos terkait