Kadis LHK Pulpis Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah Di Sungai

Pulang Pisau, Media Dayak
 
Hingga saat ini, air sungai kahayan di daerah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah masih digunakan sebagai sumber air untuk kebutuhan masyarakat setempat. Untuk itu, demi menjaga kondisi air sungai tersebut, DLHK Pulpis imbau masyarakat untuk menjaga sungai.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pulang Pisau, Hendri Arroyo, mengajak masyarakat dan pelaku usaha industri untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai kahayan sebagai sumber mata air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. 
 
“Untuk menjaga sungai kahayan agar tidak tercemar, saya mengimbau kepada masyarakat agar jangan membuang sampah di sungai, karena air sungai kahayan merupakan sumber mata air satu – satunya, bagi masyarakat di Pulang Pisau,” Kata Hendri, Rabu (24/9). 
 
Hendri Menjelaskan, kwalitas air sungai kahayan yang menjadi sumber mata air satu – satunya ini saat ini tidak baik – baik saja, meski pencemaran berada di level sedang namun jika tidak di jaga akan semakin memperburuk pencemaran air sungai. 
 
“Kwalitas air kita saat ini memang tidak buruk tapi juga tidak bagus, selain kondisi alam yang mempengaruhi kwalitas air sungai, Pulang Pisau juga  60 persen gambut, itu juga mempengaruhi kondisi air”, Jelas Hendri. 
 
Selain itu lanjut Hendri ketika hujan, Pulpis juga selalu mendapat kiriman limbah sampah atau limbah zat kimia dari aktivitas pertambangan yang berpotensi ilegal, dan aktivitas perusahaan lainnya terbawa oleh air kiriman  wilayah lain dan tentunya mempengaruhi kwalitas air. 
 
“Pncemaran Pod sungai, yaitu sungai yang sangat tercemar, umumnya disebabkan oleh pembuangan limbah industri, limbah rumah tangga, pertanian, dan kegiatan pertambangan. Pencemaran ini dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif, termasuk kerusakan ekosistem, gangguan kesehatan manusia, dan penurunan kualitas air”, lanjut Hendri. 
 
Meski air tersebut sebelum dikonsumsi atau digunakan masyarakat dan kemudian diolah PDAM, namun tidak menutup kemungkinan zat – zat kimia yang ada di sungai masih belum keseluruhan hilang. 
 
Dari situsi tersebut Hendri menghimbau masyarakat dan pelaku usaha, indrustri untuk sama – sama menjaga sungai kahayan untuk keberlangsungan hidup bersama, karna air adalah kebutuhan dasar manusia. (Alp/Aw)
image_print

Pos terkait