Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Gumas, Yantrio Aulia.(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Kabupaten/kota yang mampu menciptakan daya tarik kuat terbukti menjadi magnet bagi pertumbuhan ekonomi. Daya tarik tersebut tidak hanya soal keindahan alam atau potensi sumber daya, tapi juga mencakup kemudahan investasi, infrastruktur yang memadai, hingga inovasi pelayanan publik yang memikat.
Hal demikian disampaikan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Yantrio Aulia, Kamis (2/4/2026)
“Begini ya, ketika sebuah daerah memiliki nilai jual yang jelas, efek berantainya langsung terasa. Investor datang, sektor usaha menggeliat, lapangan kerja terbuka lebar, dan perputaran uang di masyarakat meningkat drastis. Inilah titik awal bagaimana roda perekonomian bergerak cepat dan berkelanjutan,” kata Yantrio.
Dijelaskannya, fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik daerah bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kunci utama dalam memenangkan persaingan antarwilayah. “Kabupaten/kota yang mampu menonjolkan keunggulan lokal, baik di sektor pariwisata, pertanian, industri, maupun ekonomi kreatif, akan berada di garis depan dalam menarik arus investasi dan kunjungan,” tuturnya.
Menurut dia, kabupaten/kota yang progresif dalam membangun citra positif, juga cenderung lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Digitalisasi layanan, kemudahan perizinan, serta kepastian hukum menjadi faktor penentu yang semakin memperkuat daya saing.
“Di tengah tantangan ekonomi global saat ini yang penuh ketidakpastian, memperkuat daya tarik daerah menjadi strategi jitu untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan. Tanpa itu, daerah berisiko tertinggal dan sulit keluar dari stagnasi,” ungkap Yantrio.
Yantrio menekankan, kabupaten/kota yang mampu menarik perhatian, dialah yang akan menggerakkan ekonomi, dan menciptakan pesona yang mampu menghidupkan denyut ekonomi secara nyata.(Nov/Aw)











