Sekda Kalteng Fahrizal Fitri (tengah) saat memimpin rapat koordinasi kepulangan jemaah haji Kalteng di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (22/8).(Media Dayak/Yanting).
Palangka Raya, Media Dayak
Jemaah haji provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan kembali ke tanah air pada 1-14 September 2019 mendatang. Proses teknis kepulangannya sedang disusun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng serta panitia penyelenggara. Ada beberapa evaluasi sebagai catatan dalam pemberangkatan jemaah haji ke depan.
Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menyebutkan, selama keberangkatan jemaah haji 2019 terdapat tiga jemaah yang meninggal dunia di Mekkah dan satu meninggal dunia sebelum keberangkatan ke tanah suci. Evaluasi yang lain yakni banyaknya jemaah yang tersesat dan kecopetan dalam rangkaian ibadah jemaah haji tahun ini.
“Masalah kecopetan menyangkut kehati-hatian daripada personal, sementara yang tersesat itu sudah menjadi hal wajar karena siapapun yang tidak hapal dengan area di Mekkah pasti tersesat. Tetapi, di sana (Makkah,red) ada petugas yang bisa membantu,” katanya saat diwawancarai usai rapat koordinasi kepulangan jemaah haji di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (22/8).
Diungkapkan Sekda, bagian daripada evaluasi ini yakni terkait rencana tidak ada lagi embarkasi antara untuk beberapa kabupaten yang ada di Kalteng ini. Pasalnya, saat ini ada tiga kabupaten yang rencananya tidak ada embarkasi antara pada Tahun 2020 mendatang.
“Kemungkinan di Tahun 2020 mendatang tidak ada haji embarkasi anatara untuk tiga kabupaten yakni Kabupaten Kotawaringin Barat(Kobar),Lamandau dan Kabupaten Sukamara. lantaran pertimbangan kesulitan untuk mendapatkan angkutan udara dari Palangka Raya ke Banjarmasin,” jelas Sekda kepada media.
Dibeberkan Fahrizal,tiga kabupaten tersebut rencananya akan diembarkasi haji Kabupaten Solo,Jawa Tengah(Jateng). Dengan pertimbangan tiga kabupaten tersebut memiliki aksesibilitas ke Solo dengan keberangkatan sekali terbang melalui Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
“Jika jemaah tiga kabupaten ini embarkasi haji antara Banjarmasin maka harus ke Kota Palangka Raya terlebih dahulu kemudian ke Banjarmasin maka jarak tempuhnya cukup jauh. Tetapi,apabila langusng dari Pangkalan Bun ke Solo dapat menghemat waktu. Namun, lanjutnya untuk kabupaten yang lain masih melalui embarkasi Banjarmasin,” jelas Fahrizal.
Sementara itu, teknis kepulangan jemaah haji yang kedatangan awal di Banjarmasin untuk sampai ke daerah masing-masing menjadi tanggungjawa pemerintah daerah (pemda) kabupaten/kota masing-masing. Ada kabupaten yang memberikan kebebasan jemaah dijemput keluarga di Banjarmasin ada pula yang mewajibkan jemaah dijemput pemda masing-masing.
“Terkait hal itu kami serahkan kepada pemda masing-masing,” pungkas Sekda Kalteng.(YM)











