Jelang HUT RI, CNG 3 Kg Masuki Uji Akhir untuk Perkuat Bauran Energi

Jakarta, Media Dayak 

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan kemandirian energi nasional melalui diversifikasi sumber energi.

Bacaan Lainnya

Salah satu langkah strategis tersebut ditunjukkan dengan pengembangan tabung Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih berkapasitas 3 kilogram yang kini telah memasuki tahap akhir pengujian sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proses pengembangan tabung CNG 3 kg telah menunjukkan kemajuan signifikan.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, pengujian kini hanya menyisakan uji tembak sebagai tahapan akhir untuk memastikan ketahanan dan keamanan tabung sebelum digunakan secara luas.

“Menurut informasi yang saya terima tinggal uji tembak saja yang belum, karena itu diuji tembak dengan pembakaran sekitar 850 derajat Celsius. Pengujian tersebut akan dilakukan di China dan Indonesia. Kami berharap setelah seluruh tahapan selesai, pada Agustus ini tabung CNG 3 kilogram sudah bisa mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Doakan saja yang terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta,” ujar Bahlil.

Pengembangan CNG Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas bauran energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Pemanfaatan gas alam domestik dinilai mampu meningkatkan ketahanan energi nasional karena Indonesia memiliki cadangan gas yang melimpah, termasuk temuan cadangan baru di Kalimantan Timur yang berpotensi menopang kebutuhan energi dalam negeri.

Bahlil menjelaskan teknologi CNG sejatinya bukan hal baru. Selama ini CNG telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, restoran, kafe hingga mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tantangan utama pengembangan tabung berkapasitas 3 kg terletak pada aspek teknis, mengingat tekanan gas CNG mencapai sekitar 200–250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan LPG yang berkisar 5–10 bar.

Karena itu, seluruh tahapan pengujian dilakukan secara ketat agar memenuhi standar keselamatan sebelum dipasarkan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah tengah menyiapkan uji coba penggunaan tabung CNG 3 kg di sejumlah kota besar, dengan Jawa Barat menjadi salah satu lokasi prioritas.

Menurutnya, seluruh sampel tabung harus terlebih dahulu lolos pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelum memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat.

“Uji cobanya akan dilakukan di kota-kota besar, salah satunya di Jawa Barat. Namun sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, seluruh sampel tabung harus lebih dulu melewati pengujian di Lemigas. Yang terpenting saat ini adalah memastikan aspek safety atau keamanan serta menyiapkan mekanisme distribusinya kepada masyarakat,” kata Laode.

Apabila seluruh tahapan pengujian dapat diselesaikan sesuai target, pemerintah berencana mulai memperkenalkan tabung CNG 3 kg kepada masyarakat pada Agustus.

Kehadiran CNG 3 kg diharapkan dapat menambah pilihan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung upaya diversifikasi energi yang tengah dikembangkan pemerintah.(Ist/ Lsn)

image_print

Pos terkait