Kadisperindag Luis Eveli (kiri) dan Kadis PKP Letus Guntur (tengah), berbincang akrab dengan salah satu pedagang sembako pada kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan sembako serta daging ayam dan sapi di Pasar Lama Kuala Kurun menjelang hari Raya Idulfitri 1441 Hijriyah.(Media Dayak/Novri JK Handuran).
Kuala Kurun, Media Dayak
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Selasa (19/05/2020), memantau harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako), serta daging ayam dan sapi di Pasar Lama Kuala Kurun menjelang hari Raya Idulfitri 1441 Hijriyah.
“Kegiatan kita laksanakan atas perintah Pak Bupati. Beliau berharap harga sembako, daging ayam dan daging sapi di pasar terkendali dengan baik. Pedagang mendapat keuntungan, dan pembeli tidak merasa terbebani,” kata Kadis PKP Letus Guntur usai kegiatan.
Dari pantauan dan perbincangan dengan pedagang, Letus menyatakan, sejumlah Sembako mengalami kenaikan harga, namun tetap terkendali. “Ketersediaan Sembako di pasar Kuala Kurun cukup signifikan. Dari sisi ketahanan pangan tidak ada kendala. Untuk beras ketersediaannya cukup,” kata Letus.

Kadisperindag Luis Eveli (tengah) dan Kadis PKP Letus Guntur (kiri), berbincang akrab dengan salah satu pedagang sayur pada kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan sembako serta daging ayam dan sapi di pasar lama Kuala Kurun menjelang hari Raya Idulfitri 1441 Hijriyah.(Media Dayak/Novri JK Handuran).
Kadisperindag Luis Eveli menyatakan, hal penting yang diinginkan Bupati melalui pemantauan tersebut adalah stabilitas harga Sembako, permintaan dan ketersediaan Sembako serta distribusi sembako.
“Permintaan banyak ketersediaan sedikit bisa jadi persoalan. Kita ingin ketersediaan Sembako dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang sesuai. Kalaupun ada kenaikan harga, harus dalam batas yang wajar,” tukas Luis.
Luis akui sejumlah Sembako mengalami kenaikan harga. Seperti bawang merah dan bawang putih. Daging ayam pun mengalami kenaikan.
“Kenaikannya tetap terkendali. Kita berharap pedagang tidak memanfaatkan situasi yang ada. Semuanya harus terkendali dan tidak berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan tidak baik,” tandas Luis.
Luis mengatakan, Bupati Gumas Jaya S Monong berharap pedagang melakukan transaksi dengan baik dan tidak mencari banyak untung dalam situasi saat ini. Pembeli pun diharapkan membeli dalam batas-batas yang normal.
“Hasil pantauan ini nantinya disampaikan ke Bupati Jaya Samaya Monong, Dinas terkait di Pemprov Kalteng dan DKP Pusat, ” tutup Luis.(Nov)











