Wagub Kalteng Edy Pratowo saat membuka Rapat High Level Meeting TPID dan Rakor HBKN bertempat di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (29/3/2022). (Media Dayak/Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Setiap datangnya Hari Besar Keagamaan seperti bulan Puasa Ramadhan yang penuh Berkah dan Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim akan menyambutnya dengan penuh Rahmat dan Sukacita.
Wagub Kalteng Edy Pratowo menyebut datangnya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) berdampak pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas bahan pokok.
“Berdasarkan data dari BPS Kalteng, tercatat selama 3 tahun terakhir HBKN Ramadhan dan Idul Fitri beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti beras, bawang putih, daging ayam ras, ikan gabus, minyak goreng dan gula pasir, termasuk angkutan udara dengan tingkat inflasi rata-rata 3 tahun terakhir meningkat pada kisaran 0,41% (mtm),” ungkap Wagub saat membuka Rapat High Level Meeting TPID dan Rakor HBKN bertempat di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (29/3/2022).
Untuk itu lanjut Wagub, pada kesempatan rapat High Level Meeting TPID dan HBKN Tahun 2022 kali ini yang juga diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Kalteng maka saya minta kiranya seluruh TPID baik di level provinsi maupun kota/kabupaten, serta dinas/instansi terkait, dapat melakukan langkah-langkah guna menekan inflasi di wilayah ini.
“TPID kabupaten/kota melakukan pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang dengan berkoordinasi dan bersinergi antar institusi, untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang selama HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2022,” terang Wagub.
Wagub mendorong, TPID melakukan operasi pasar dalam rangka menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri tahun 2022.
Selanjutnya, TPID diharapkan melakukan komunikasi dan menghimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak baik melalui media cetak/offline maupun online.
“TPID diimbau agar melakukan kajian terhadap kemungkinan opsi stabilitas harga jangka panjang dengan pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan terlebih dahulu melakukan studi banding kepada daerah yang telah menerapkan sistem tersebut,” pungkas Wagub Kalteng. (Ytm/Lsn)










