Gumas Darurat Infrastruktur! Hampir 100 Jembatan Kayu Terancam Ambruk, Lima di Ruas Tumbang Miri-Tumbang Napoi Tinggal Tunggu Waktu!

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gumas Bambang Jaya.(Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kondisi infrastruktur di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kian mengkhawatirkan.Sejumlah jembatan dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan beberapa di antaranya berada di ambang keruntuhan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Bupati Gumas, Jaya Samaya Monong melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gumas , Bambang Jaya mengakui bahwa pihaknya saat ini tengah berpacu dengan waktu untuk melakukan penanganan darurat, meski terbentur keterbatasan anggaran dan material.

“Penanganan darurat pasti akan kita lakukan. Walaupun tidak tersedia dalam anggaran, langkah ini tetap harus diambil demi keselamatan masyarakat. Namun, perlu dipahami bahwa penanganan darurat juga membutuhkan biaya dan bahan baku seperti kayu, sementara kita justru kesulitan mendapatkannya,”ungkap Bambang kepada medidayak.id usai mengikuti rapat koordinasi strategis lintas instansi guna merumuskan langkah penertiban terpadu terhadap aktivitas PETI di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati Gumas, Selasa (7/4/2026).

Bambang menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para camat dan pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk mencari solusi, terutama terkait ketersediaan material yang semakin langka di lapangan.

Lebih jauh, Bambang mengungkapkan fakta mencengangkan, bahwa hampir 100 jembatan kayu di wilayah Gumas saat ini sudah memasuki usia kritis dan membutuhkan penggantian segera. Namun, karena keterbatasan anggaran, pemerintah daerah terpaksa menerapkan skala prioritas.

“Kita tidak bisa menangani semuanya sekaligus. Jadi kita fokus pada yang paling mendesak dan berisiko tinggi,” tegas Bambang.

Menurut Bambang, salah satu titik paling rawan saat ini berada di ruas jalan Tumbang Miri menuju Tumbang Napoi. Di jalur tersebut, terdapat lima jembatan kayu yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Di sana ada lima jembatan yang kondisinya tinggal menunggu waktu untuk runtuh. Ironisnya, penanganannya belum masuk dalam anggaran sama sekali,” beber Bambang.

Bambang menambahkan, persoalan tidak hanya berhenti pada keterbatasan dana. Kelangkaan bahan baku juga menjadi hambatan serius dalam percepatan perbaikan. Jika material tersedia di pasaran, proses penanganan bisa jauh lebih cepat dilakukan.

“Kalau bahan bakunya mudah didapat, tentu bisa langsung kita kerjakan. Tapi faktanya di lapangan tidak semudah itu,” jelasnya menutup.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait