Atas : Didampingi pejabat terkait Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran tengah melakukan panen di areal Lebak, di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka, pada Minggu (3/11) Pagi.(Media Dayak/ist).
Bawah : Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran (kedua dari kanan) melakukan penanaman kembali benih padi di areal Lebak, di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka Raya, Minggu (3/11).(Media Dayak/Ist).
Palangka Raya, Media Dayak
Meskipun Kota Palangka Raya tidak memiliki sawah, namun Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran tetap bisa melakukan panen padi di lahan lebak.
Didampingi Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mastikah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri, Kepala Dinas Pertanian, Hultikultura dan Peternakan Sunarti, panen padi benih unggul yang dilakukan di areal lebak milik pemerintah provinsi yang di kelola Kelompok Tani Mekar Sari seluas 50 ha di Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Minggu (3/11) pagi.
Padi yang dipanen merupakan penanaman musim tanam April-September (Asep) bulan akhir Juli lalu, dikawasan yang sama sebelumnya telah dilakukan penanaman perdana oleh Sekda Kalteng Fahrizal Fitri bersama sejumlah pejabat lainnya.
Usai panen di salah satu ubinan, yang hasilnya diperkirakan sekitar 2,8 hingga 3,2 ton per hektar, di kawasan yang sama Gubernur melakukan penanaman kembali benih padi, setelah menjajal traktor mini untuk penggemborannya.
Pada kesempatan itu Gubernur Sugianto Sabran menyatakan rasa syukurnya bisa melakukan panen bersama dengan petani padi, dan menanam kembali bibit padi bersama pejabat yang hadir.
Gubernur mengimbau para petani petani ulet dan tetap tangguh melakukan usahanya.
Lebih lanjut, Gubernur berharap dengan terus dikembangkannya sektor pertanian di daerah ini, sehingga terjadinya surplus pangan berkelanjutan.
“Kita mengharapkan surplus pangan yang berkelanjutan. Ini kita surplus terus setiap tahun di sektor prtanian ini, tapi ini harus terus kita tingkatkan, baik padi, jagung maupun kedelai,” ujarnya.
Gubernur melanjutkan, termasuk komoditi-komoditi pertanian lainnya seperti cabai, bawang merah dan lainnya, sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditi tersebut dapat dipenuhi sendiri, sehingga diharapkan beberapa komoditi tersebut tidak lagi menjadi penyumbang inflasi di daerah ini.
Pihaknya juga minta petani melakukan inovasi di kawasan lahan yang sama untuk menanam holtikultura, peternakan dan buah-buahan untuk menambah penghasilan.
Saat disinggung terkait masih adanya produksi padi di daerah ini yang dibawa keluar daerah, Gubernur Sugianto mengatakan, Kalteng mengalami surplus terus setiap tahun, “Namun kita masih harus kerja keras lagi, termasuk untuk membangun konektivitas antar daerah,” terangnya.
Dijelaskan, hal tersebut mengingat masih ada di daerah ini yang konektivitasnya belum maksimal, sehingga ada sebagian hasil produksi padi maupun jagung di daerah ini dibawa ke provinsi tetangga.
“Diharapkan dengan konektivitas antar daerah, di daerah ini semakin baik, sehingga hasil pertanian di Kalteng tidak lagi ke provinsi tetangga, karena aksesnya lebih memadai,” terangnya.
Bahkan Gubernur berharap, dengan tersedianya infrastruktur pendukung lainnya, sehingga hasil pertanian, hasil laut di daerah ini dapat diolah, dikemas dan memiliki logo asal Kalteng. “Bahkan saat ini sudah ada beras merek dan logo asli Kalteng,” pungkasnya.(YM)











