Sekda Kalteng membuka kegiatan rapat koordinasi pengendalian program-program pembangunan provinsi Kalteng triwulan II tahun 2019, di Aula Bappedalitbang Kalteng, Rabu (7/8).(Media Dayak/Yanting).
Palangka Raya, Media Dayak
Gubernur provinsi Kalimantan Tengah(Kalteng)H. Sugianto Sabran melalui Sekretaris Daerah(Sekda)Fahrizal Fitri,meminta SOPD provinsi dan kabupaten/kota di Kalteng,dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan harus sesuai jadwal yang ditetapkan.
Hal tersebut disampaikan Sekda saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian Program-program pembangunan provinsi Kalteng triwulan II tahun 2019, di Aula Bappedalitbang Kalteng, Rabu (7/8).
Bukan tanpa alasan pihaknya meminta program dan kegiatan tepat waktu,menurut Sekda hal itu dilakukan agar program /kegiatan dapat terlaksana dengan baik,tepat mutu,tepat waktu dan tepat volume,serta sesuai ketentuan yang berlaku.
Ditekankan Fahrizal Fitri,pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan upaya-upaya percepatan penyerapan anggaran,khususnya penyerapan belanja langsung sebagai upaya percepatan terealisasinya target-target kinerja pembangunan.
“Sebagai salah satu komponen terbesar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan,” tegas Sekda.
Dijelaskan,Kalteng dengan luas hampir 1,5 kali pulau jawa memiliki sumber daya alam dan sumber daya air yang melimpah, berada di daerah bebas gempa dan bebas banjir, berada di lokasi strategis di tengah-tengah NKRI, serta strategis dari sisi Hankamnas.
“Saat ini kita sedang dalam membangun infrastruktur, sarana prasarana pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat. APBD Kalteng tahun 2019 sebesar 5,45 triliun rupiah dengan belanja langsung (BL) sebesar 2,79 triliun rupiah dan belanja tidak langsung (BTLL) sebesar 2,66 triliun rupiah, dengan APBD yang terbatas, pemerintah provinsi Kalteng tentu tidak maksimal membangun sarana dan prasarana untuk mensejahterakan rakyat,” terangnya.
Dari kondisi di atas,saat ini pemerintah provinsi Kalteng berusaha mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah yang nantinya secara langsung akan meningkatkan besaran APBD provinsi,untuk mengakomodir keperluan dana pembangunan.
Lebih lanjut Sekda menyebut, upaya peningkatan pendapatan daerah harus terus laksanakan demi kemandirian daerah, agar ketergantungan daerah kepada pemerintah pusat semakin kecil.
“Terobosan pemerintah Kalteng untuk peningkatan pendapatan daerah adalah salah satunya melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pajak daerah serta hibah dari pihak ketiga kepada pemerintah provinsi Kalteng,” katanya.
Rakordal yang kita laksanakan hari ini, Lanjut Sekda, dalam rangka evaluasi pelaksanaan pembangunan triwulan II tahun 2019, untuk mengendalikan pelaksanaan pembangunan tahun 2019 yang merupakan tahun ketiga (3) RPJMD provinsi Kalteng tahun 2016-2021.(YM)











