Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat memberikan Rakor Penanganan Banjir di wilayah Kalteng dengan Kepala Badan BNPB Pusat Mayjen TNI Suharyanto. Rapat digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (20/11). (Media Dayak/MMC Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemprov Kalteng menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di wilayah Kalteng dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Mayjen TNI Suharyanto. Rapat digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (20/11).
Gubernur H Sugianto Sabran kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran Pemprov Kalteng dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman la nina dan bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2021 sampai dengan awal tahun 2022.
Hal ini sebagai kesiapsiagaan menghadapi Fenomena La Nina di wilayah Indonesia sesuai dengan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG.
Sebagaimana diketahui, bahwa pada Tanggal 17 November 2021 lalu, Gubernur memimpin langsung Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Provinsi Kalteng dengan Bupati/Wali Kota, Forkopimda Kabupaten/Kota dan instansi terkait lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Dalam arahannya, Gubernur menginstruksikan kepada bupati/wali kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, dengan melakukan langkah-langkah diantaranya memberikan peringatan kepada seluruh bupati/wali kota khususnya yang telah menetapkan status Siaga dan Tanggap Darurat Bencana Banjir untuk tidak keluar daerah selama bencana kecuali ada hal yang sangat penting dan atas seijin Gubernur Kalteng.
Kedua, terus menerus menginformasikan kepada seluruh masyarakat dan memastikan perkembangan informasi peringatan dini mengenai cuaca dari BMKG diterima dan dipahami oleh masyarakat.
Ketiga, memastikan infrastruktur/sarana prasarana pengendali dan peringatan dini banjir dan longsor beroperasi dengan baik termasuk melakukan pengelolaan tata air di wilayah masing-masing.
Keempat, menyiapkan dan mengelola seluruh Sumber Daya Manusia, logistik dan peralatan, penyiapan sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat bencana (jalur dan tempat evakuasi, lokasi pengungsian) serta penyiapan fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.
Kelima, mengaktifkan tim siaga bencana untuk memantau sekitar akan gejala awal terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang; serta Mengaktifkan Pusdalops Daerah yang terkoneksi dengan pusat-pusat data, informasi, dan komunikasi kelembagaan terkait di Pusat dan Provinsi, Kabupaten/Kota sekitar.
Keenam, menyiapkan dukungan anggaran untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022, khusus untuk TA 2022 untuk menganggarkan 5-10% APBD untuk alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) keperluan penanganan bencana yang tidak terduga. Terakhir, apabila diperlukan, dapat menetapkan status darurat bencana dan pembentukan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana.
Rakor ini di hadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Forkopimda Provinsi Kalteng, Pj Sekda Kalteng Nuryakin dan Kepala Perangkat Daerah Lingkup Provinsi Kalteng. Hadir juga secara langsung dan virtual Kepala Daerah se-Kalteng. (MMC/YM/AW)











