Gubernur Apresiasi Petani Padi Eks Lokasi Peda KTNA XII Kotim

Para petani Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim saat mengerjakan hasil pertanian nya. (Media Dayak/Hms Prov)

Sampit, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) XII tingkat provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diadakan di Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2019 lalu, menghasilkan Kecamatan tersebut sebagai juara umum Peda KTNA XII. Hingga kini Kecamatan Mentawa Baru merupakan sentra kawasan agribisnis pertanian yang mensuplai kebutuhan komoditas pangan dan hortikultura di wilayah kota Sampit dan sekitarnya.  

Gubernur provinsi Kalteng H Sugianto Sabran menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada petani Bumi Habaring Hurung yang telah sukses menjadi salah satu kawasan sentra tani di wilayah Kalteng.

Sugianto juga mengungkapkan, Petani Padi Eks Lokasi PEDA KTNA XII dukung melalui Program Kalteng Berkah dan Dinas Pertanian Kotim yang selalu siaga melaporkan kondisi lapangan. 

“Meski menghadapi pandemi corona virus disease (covid -19), semua tetap semangat bekerja demi Kalteng. Jaga kesehatan dan tetap jaga jarak,” ujar Gubernur Sugianto, Minggu (26/4).

Kepala Dinas Pertanian Kotim I Made Dikantara luas panen padi di kecamatan Mentawa Baru Ketapang untuk musim tanam Oktober 2019 –Maret 2020 mencapai 570 hektar. “Sebaran panen terbanyak di dua desa sentra padi  yakni Bapeang dan Telaga Baru. Realisasi panen dari  Januari hingga April 2020 mencapai 300 hektar,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Kotim mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang telah memantau kondisi lapangan di tingkat petani dalam rangka pengamanan ketersediaan stok pangan di sentra produksi. 

Sementara itu, Kepala BPP Pelangsian, Supandi mengungkapkan, provitas padi sawah berdasarkan ubinan swadaya mencapai 5,8 ton/ha gabah kering panen (GKP), sedangkan padi gogo mencapai 2,6 ton/ha GKP. “Jenis varietas pertanaman cukup beragam dari jenis Inpari 42, Situ Bagendit, Batang Gadis, Hibrida dan varietas lokal siam epang,” pungkasnya.(Ytm/Lsn)

image_print

Pos terkait