PARIPURNA DPRD PANDANGAN FRAKSI-DPRD Barito Utara melaksanakan rapat paripurna dalam rangka penyampaian pandangan umum fraksi terhadap rancangan APBD tahun 2021, Senin (23/11/2020), di gedung DPRD setempat.(Media Dayak: Lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Fraksi-Graksi di DPRD kabupaten Barito Utara (Barut) sampaikan pemandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD tahun anggaran 2021 pada rapat paripurna DPRD, di gedung DPRD setempat, Senin (23/11/2020).
Ke enam fraksi yang menyampaikan pemandangan umum tersebut Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP), Fraksi Partai Dekomrat (F-PD), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Fraksi Partai Gerindra (F-PG), Fraksi Amanat Rakyat Karya Sejahtera (F-ARKS) dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP).
Pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Barito Utara diserahkan kepada pimpinan rapat paripurna dan tidak disampaikan melalui forum sidang.
Rapat paripurna penyampaian pandangan umum DPRD dipimpin Wakil Ketua I Permana Setiawan, dihadiri Ketua DPRD Hj Mery Rukaini, Wakil Ketua II Sastra Jaya, Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekda H Jainal Abidin, unsur FKPD serta kepla perangkat daerah dan undangan lainnya.
“Fraksi PPP mengapresiasi keinginan Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang dalam penyusunan raperda APBD tahun 2021 mengoptimalkan, memaksimalkan mengakomodir semua aspek,” kata Wardathun Nur Jamilah.
Menurut Fraksi PPP, prinsip-prinsip penganggaran yang partisifatif, transparan, akuntabel, disiplin, berkeadilan serta efektif dan efesien. “Sinkronisasi antara prioritas kebijakan dan program pembangunan Nasional dan Provinsi dengan prioritas pembangunan Kabupatan Barito Utara,” kata dia.
Selain itu jelasnya, kemampuan keuangan daaerah untuk pembiayaan program dan kegiatan pembangunan. “Pokok-pokok pikiran/pendapat DPRD Barito Utara, aspirasi dan perkembangan di masyarakat yang menjadi perhatian Pemerintah kabupaten Barito Utara yang tertuang dalam kebijakan umum anggaran APBD tahun 2021,” katanya.
Dalam pandangan umum Fraksi PPP menyarankan agar RSUD Muara Teweh meningkatkan pelayanannya, terutama alat kesehatan dan obat-obatan. “Jangan sampai saat akan dirawat pada RSUD Muara Teweh pelayanan dan peralatan serta obat-obatan kurang maksimal, sehingga harus dirujuk ke RS di daerah lain,” tegasnya.(lna/Aw)













