Event Gebyar Safari Ramadhan Dekranasda Akan Menggunakan Transaksi Non Tunai

Ketua Dekranasda Provinsi Kalteng Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran usai memimpin rapat persiapan Gebyar Safari Ramadhan, Kamis (14/4/2022). (MMC Kalteng)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Event Gebyar Safari Ramadhan yang difasilitasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalteng bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalteng serta instansi terkait lainnya, akan menerapkan sistem pembayaran non tunai pada saat transaksi jual beli di Bazar IKM nantinya.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalteng, Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran menyebut, penerapan sistem pembayaran non tunai guna mencegah penularan Covid-19, serta edukasi literasi keuangan di era digital sekarang ini.

“Kita disini juga nantinya akan sebagai percontohan, dengan menggunakan sistem pembayaran non-tunai, ini akan di koordinir langsung oleh OJK Provinsi Kalteng, karena banyak benefitnya salah satunya mengurangi resiko penularan Covid-19,” kata Ivo usai memimpin rapat persiapan Gebyar Safari Ramadhan di Galeri CBS, Kamis (14/4/2022).

Event ini akan diramaikan dengan Bazar Industri Kecil Menengah (IKM) sektor kuliner, lomba peragaan busana muslim, Tartil Al-Qur’an, V60 : Fun Battle, serta talkshow sektor keuangan.

Yulistra Ivo meminta masyarakat Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, untuk mendukung dan meramaikan pagelaran event ini, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Mohon juga support dan partisipasi dari seluruh masyarakat Kalteng untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Dan juga sebenarnya tidak hanya bazar saja banyak sekali hal-hal positif di sini yang kita selenggarakan, di antaranya ada beberapa talkshow berkaitan dengan literasi keuangan dan sejumlah lomba yang tentunya menarik untuk diikuti,” tutup Ivo.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalteng, Otto Fitriandy yang juga mengikuti rapat persiapan Gebyar Safari Ramadhan menjelaskan, mengenai manfaat dari penggunaan sistem pembayaran non tunai, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Tentunya dalam kegiatan bazar ini kami juga ingin menerapkan standar yang lebih baik terutama terkait dengan penerapan protokol kesehatan di transaksi sektor jasa keuangan. Melalui pembayaran non-tunai menggunakan QRIS, saya kira itu dua keuntungan yang didapat baik dari sisi penjual maupun masyarakat pembeli,” terangnya. 

Dari sisi penjual katanya melanjutkan, dengan melalui pembayaran transaksi non-tunai data penjualan mereka itu tercatat di sistem informasi jasa keuangan bahkan di perbankan sehingga pada waktu ketika saat mereka membutuhkan pembiayaan atau kredit untuk modal kerja.

“Tentunya hal itu akan jauh lebih baik untuk mereka karena transaksi yang dibutuhkan oleh bank untuk menganalisa kebutuhan modal mereka. Itu sudah tercatat semua. Sekaligus ini memberikan edukasi kepada mereka, sehingga ke depan atau selanjutnya dalam melakukan transaksi kegiatan usahanya sudah tidak dilakukan tunai tapi non-tunai,” jelas Otto.

Jadi, sebutnya, bagi sisi masyarakat atau konsumen lebih memberi standart kesehatan yang baik dan sisi penjual memberikan peluang untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih besar, karena penjualannya tercatat semua di perbankan.

Pihaknya juga akan memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat Kalteng pada saat event talkshow yang merupakan rangkaian kegiatan dari Gebyar Safari Ramadhan.

“Nanti dari OJK dan Bank Indonesia juga bersama-sama akan memberikan sosialisasi dan edukasi, khususnya mengenai bahayanya investasi illegal dan pinjaman online illegal,” pungkas Otto. (MMC/YM/Aw)

image_print

Pos terkait