Dugaan Persetubuhan Anak Di Bawah Umur Terjadi Lagi di Katingan

Jajaran Polres Katingan saat pers realase terkait kejadian dugaan persetubuhan Anak Dibawah Umur (ADU), Rabu (10/7) di Mapolres Katingan di Kabupaten Katingan.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dugaan persetubuhan Anak Dibawah Umur (ADU) terjadi lagi di Kabupaten Katingan, dan kini diungkap oleh jajaran Polres Katingan, Rabu (10/7). Yang diduga sebagai pelaku berinisial A (25) saat ini telah diamankan di Polres Katingan. Sedangkan korbannya seorang perempuan berusia (16). 

Kapolres Katingan, AKBP I Gede Putu Widyana, melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Saladin, dalam pers relasenya menyebutkan, seorang pria berinisial A (25) telah diamankan di Polres setempat atas dugaan tindak pidana persetubuhan Anak Dibawah Umur (ADU). “Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban di salah satu Desa di Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan,” sebut Kapolres.

Diketahuinya korban ini menurutnya, diduga dilakukan perbuatan tercela oleh A sebanyak dua kali. Pertama di sebuah pondok di salah satu Desa di Kecamatan Katingan Tengah pada bulan Maret 2024 dan  yang kedua kalinya, di rumah korban pada Juni 2024.

Kasus ini terungkap menurutnya, setelah ibu korban memergoki A saat menginap di rumah korban, sedang melakukan perbuatan tercela pada anaknya di kamar. “Merasa tidak terima perbuatan yang dilakukan A kepada anaknya, ibu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. Kemudian dilimpahkan ke Polres Katingan,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, A telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pelaku terancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar. “Sehubungan dengan kejadian ini, kepada masyarakat dan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, seraya  memberanikan diri untuk melapor kepada fihak berwajib,” imbaunya. (Kas/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait