Kuala Pembuang, Media Dayak
Hamparan lahan gambut yang terbakar di desa Sungai Bakau kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalteng menyebabkan tim satgas penanganan darurat bencana (PDB) kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Seruyan cukup kewalahan untuk melakukan pemadaman api dari jalur darat. Sulitnya medan yang ditempuh membuat tim satgas ini sudah tiga hari terakhir berjibaku melawan kobaran api.
Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agung Sulistiono mengatakan, lahan yang terbakar di desa Sungai Bakau merupakan lahan kawasan Hutan Tamanan Industri yang belum beroperasi. Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, luas areal yang terbakar mencapai 290 hektar.
Untuk memaksimalkan pemadaman di seluruh areal yang terbakar, Agung menyatakan, Satgas Karhutla Seruyan didukung dengat tim satgas udara dengan menurunkan 2 (dua) unit helikopter water booming.
“Sudah tiga hari terakhir tim udara bekerja membantu pemadaman api di lahan ini. Kita berharap misi ini bisa diselesaikan hari ini dan tim darat akan menyisir sisa-sisa kebakaran agar tidak kembali terbakar,” terang Agung saat ditemui di kantornya, kemarin.
Menurut Agung, pengeboman air di lahan yang terbakar tersebut memang sangat membantu karena luas lahan yang terbakar berada dalam satu hamparan, sehingga membuat tim darat cukup kewalahan melakukan pemadaman.
Dua helikopter water booming terus melakukan pengeboman air dalam waktu tiga hari terakhir. Adapun air yang digunakan berasal dari air di laut desa Sungai Bakau .
“Peran masyarakat juga sangat kami harapkan untuk membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sekecil apapun api yang muncul segera padamkan, karena musim kemarau seperti saat ini sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” demikian Agung.(Rul)













