Duwel Rawing
Palangka Raya, Media Dayak
Mencuatnya informasi terkait tiga orang warga Kabupaten Katingan yang menghilang secara misterius, turut mengundang perhatian sejumlah legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Duwel Rawing mengatakan, perlu adanya sinergitas antar pihak di wilayah setempat untuk melakukan pencarian.
“Informasi hingga kini, masih dilakukan upaya pencarian. Diharapkan agar terus dicari sampai ada titik terang penyebab hilang. Tentunya kalau ditemukan, hidup atau sudah meninggal,” ucap Duwel Rawing, Rabu (15/07/2020).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga berharap, agar masyarakat utamanya keluarga yang bersangkutan bisa tetap tenang.
“Biasanya ada upaya mencari dengan tatacara masyarakat lokal. Apakah itu Manenung ataupun Manajah Antang, untuk meminta petunjuk, termasuk minta petunjuk apakah masih hidup atau tidak,” ujarnya.
Mantan Bupati Kabupaten Katingan ini mengungkapkan, pernah juga ada warga yang hilang dan saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. Namun berbeda halnya apabila di serang oleh binatang buas atau tengelam di sungai, jasadnya bisa ditemukan juga bisa tidak.
“Biasanya kalau dilakukan acara adat Manenung atau Manajah Antang, ada petunjuk. Kalau disimpan roh gaib, bisanya dalam beberapa hari bisa pulang atau ditemukan dan masih hidup. Namun untuk wilayah Katingan, masih banyak binatang buas di hutan seperti Beruang, Ular dan lainnya, termasuk di sungai juga masih banyak Buaya,” tandasnya.
Kalau dimakan binatang buas, Duwel mengatakan, suatu saat bisa saja ditemukan tulang dan lainnya. Tetapi yang cukup sulit, kalau mati tengelam dan dimakan Buaya. Dia juga menyatakan, kemungkinannya sangat kecil untuk dugaan tindak kriminal seperti penculikan.
“Mudah-mudahan saja tidak diserang binatang buas, tapi hanya tersesat lupa jalan pulang. Berdasarkan informasi, mereka yang hilang juga sudah berusia cukup tua. Mungkin lupa jalan pulang hanya karena pikun oleh faktor usia,” harapnya.
Kalau nantinya ada hal lain, Duwel menyatakan, tentunya tugas aparat kepolisan untuk menindaklanjuti. “Karena sekarang zaman modern dan ada sanksi hukum,” pungkas politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.(Nvd/aw)












