Anggota DPRD Kalteng Sugiyarto. (Media Dayak/is
Palangka Raya, Media Dayak
Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto, menegaskan perlunya pendekatan baru dalam program rehabilitasi hutan di wilayah ini. Menurutnya, pemulihan ekosistem harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga warga menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton.
Ia menyebutkan, skema padat karya bisa menjadi jawaban karena membuka ruang kerja bagi masyarakat desa yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Dengan cara itu, mereka memperoleh penghasilan dari kegiatan menanam, merawat, dan menjaga pohon yang ditanam, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
“Kalau masyarakat ikut serta, ada dua keuntungan yang diperoleh, ekonomi mereka terbantu dan hutan pun kembali hijau,” jelas Anggota DPRD Kalteng dari daerah pemilihan III, meliputi Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara, Kamis (18/9/2025).
Sugiyarto menambahkan, kerusakan hutan di Kalteng masih cukup luas akibat praktik pembalakan liar dan alih fungsi lahan di masa lalu. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan, termasuk potensi banjir, kekeringan, hingga hilangnya sumber penghidupan bagi masyarakat. Karena itu, rehabilitasi tidak bisa ditunda lagi.
Ia menekankan, keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan komunitas lokal harus saling mendukung agar kegiatan rehabilitasi tidak berhenti sebatas wacana. “Selain anggaran, komitmen semua pihak menjadi kunci. Tanpa itu, upaya pemulihan akan berjalan lambat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap skema padat karya untuk rehabilitasi hutan dapat dimasukkan ke dalam prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian, anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan pada kegiatan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Harapan kami, ini bisa menjadi model pembangunan berkelanjutan yang menghubungkan aspek lingkungan dan ekonomi,” pungkas Anggota DPRD Kalteng dari Fraksi Partai Gerindra ini.(YM/Lsn)












