Palangka Raya, Media Dayak
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar seleksi daerah (Selekda) calon kompetitor Asean Skills Competition (ASC) XIII Singapura tingkat provinsi setempat.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans Provinsi Kalteng Pujo Harianto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyiapkan calon kompetitor ASC XIII Singapura tingkat Kalteng melalui kompetisi keterampilan.
“Tujuan lain kegiatan ini adalah mencari calon kompetitor tingkat provinsi yang akan diikutsertakan dalam seleksi nasional,” kata Pujo ketika menyampaikan laporannya saat pembukaan seleksi daerah calon kompetitor ASC XIII Singapura di Aula Disnakertrans Provinsi Kalteng, Selasa (14/5).
Pujo menjelaskan, ada 50 peserta yang akan bertanding pada lima kejuruan dalam selekda kali ini, yaitu web design, electrical installations, IT network systems administration, cooking, dan fashion technology.
Peserta setiap kejuruan sebanyak 10 orang yang telah lulus seleksi sesuai persyaratan yang telah ditentukan oleh Kementerian Tenaga Kerja, antara lain usia maksimal 21 tahun saat pelaksanaan ASC XIII dan mendapat persetujuaan orang tua/wali.
Selekda dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Palangka Raya untuk lokasi kompetisi kejuruan web design dan electrical installations, SMKN 3 Palangka Raya untuk lokasi kejuruan cooking, dan fashion technology, dan SMK Karsa Mulya Palangka Raya untuk lokasi kejuruan IT network systems administration.
“Waktu pelaksanaan selekda selama tiga hari sejak hari ini hingga 16 Mei 2019. Tim penguji sebanyak tiga orang. Satu orang dari Juri/Expert Pusat dan dua orang dari anggota dewan juri daerah,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur Standarisasi Kompetensi dan Pelatihan Tenaga Kerja, Ditjen Bina Lattas Kementerian Tenaga Kerja RI yang diwakili Kasi Harmonisasi Standar Kompetensi, Uun Kunariah berharap, Selekda ASC XIII provinsi Kalteng dapat dimanfaatkan untuk menemukan kompetitor terbaik dari Kalteng agar dapat bersaing dalam tahap selanjutnya di Seleksi nasional.
“Selekda ASC ini juga dapat dimanfaatkan oleh provinsi untuk mempromosikan kualitas dan kualifikasi tenaga kerja sehingga menjadi gambaran yang baik bagi investor untuk berinvestasi di daerah ini,” kata Uun.
Kasi Harmonisasi Standar Kompetensi Ditjen Bina Lattas Kementerian Tenaga Kerja RI ini juga menyatakan, Selekda ASC dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memotivasi tenaga kerja muda agar selalu berupaya mengembangkan kompetensi hingga mencapai standar ninternasional.
“Kesuksesan pelaksanaan Selekda ASC juga menggambarkan efektivitas daerah dalam melaksanakan pembinaan terhadap bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kerja,” tegas Uun.
Sedangkan Kepala Disnakertrans Provinsi Kalteng, Syahril Tarigan mengingatkan peserta Selekda ASC untuk senantiasa meningkatkan skill atau keterampilan terlepas dari prestasi yang diraih dalam ajang ini.
“Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam suatu kompetisi karena itulah esensi kompetisi. ini merupakan suatu keharusan atau tuntutan untuk meningkatkan skill tenaga kerja yang telah memasuki usia kerja,” tegasnya.
Kepala Disnakertrans Kalteng ini percaya bahwa dunia kerja akan lebih banyak menyerap tenaga kerja yang memiliki keterampilan dibandingkan tenaga kerja yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi tapi kurang terampil.
“Jangan hanya berpikir cukup untuk meraih gelar S1, tapi harus meningkatkan skill dan meraih sertifikat kompetensi apabila ingin diserap oleh pencari tenaga kerja. Kami sudah membuat jaring besar untuk menarik investor untuk merekrut tenaga kerja handal di Kalteng,” katanya.
Terakhir, Rivianus Syahril Tarigan berharap agar Selekda ASC dapat dijadikan sarana untuk menjalin kebersamaan antara peserta yang pada akhirnya diharapkan akan membentuk jejaring kerja di masa depan.(aw)












