Direktur UPT RSUD Kurun Heriyanto, SKM.,M.M (Media Dayak/Novri J H)
Kuala Kurun, Media Dayak
Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) RSUD Kuala Kurun yang baru, Heriyanto, menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi (perubahan) menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas). Fokus utamanya adalah menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Heriyanto resmi dilantik oleh Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, sebagai Direktur UPT RSUD Kuala Kurun dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap 145 pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala puskesmas di lingkungan Pemkab Gunung Mas yang berlangsung di GPU Damang Batu Rabu (22/7/2026) lalu.
Mantan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Gumas itu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin RSUD Kuala Kurun.
“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Gunung Mas,” ujar Heriyanto kepada mediadayak.id, Rabu (29/7/2026).
Dalam kepemimpinannya, Heriyanto mengusung visi Mewujudkan Rumah Sakit Berkualitas di Semua Lini Pelayanan. Visi tersebut diwujudkan melalui sejumlah misi strategis, yakni mengembangkan jenis dan jangkauan pelayanan medis sesuai kebutuhan masyarakat, meningkatkan mutu layanan dengan mengedepankan keselamatan pasien (patient safety), mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas rumah sakit, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun tata kelola rumah sakit yang profesional dengan sistem keuangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh program tersebut selaras dengan pilar Tambun Bungai Sehat, yang menjadi bagian dari visi Pemkab Gumas dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan humanis.
“Seluruh misi ini kami selaraskan dengan pilar Tambun Bungai Sehat agar Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin merata, berkualitas, dan humanis bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Heriyanto mengakui masih terdapat sejumlah tantangan besar yang harus segera diselesaikan. Di antaranya adalah masih panjangnya waktu tunggu pelayanan, keterbatasan jumlah dokter spesialis, serta perlunya optimalisasi pemeliharaan fasilitas dan peralatan medis.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya akan melakukan re-engineering atau penataan ulang alur pelayanan agar proses pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien. Selain itu, RSUD Kuala Kurun akan memperkuat sinergi dengan Pemkab Gumas dan Kementerian Kesehatan dalam pemenuhan kebutuhan dokter spesialis melalui berbagai skema, mulai dari formasi khusus, ikatan dinas hingga program visiting specialist.
Di sisi lain, penguatan manajemen internal juga menjadi perhatian melalui digitalisasi layanan serta penerapan sistem pemeliharaan preventif terhadap seluruh peralatan kesehatan agar selalu dalam kondisi siap digunakan.
Menjawab keluhan masyarakat mengenai lamanya antrean pelayanan, Heriyanto menyiapkan sejumlah langkah konkret yang akan segera direalisasikan. Salah satunya adalah penerapan sistem pendaftaran dan antrean secara daring melalui aplikasi maupun WhatsApp yang terintegrasi dengan pelayanan poliklinik dan apotek.
“Dengan sistem ini masyarakat dapat mengetahui estimasi waktu pelayanan sehingga tidak perlu datang sejak pagi dan menunggu terlalu lama di rumah sakit,” jelasnya.
Untuk meningkatkan ketersediaan dokter spesialis, pihaknya akan mengoptimalkan implementasi program Tambun Bungai Sehat melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan jejaring pelayanan kesehatan. Sementara itu, peningkatan fasilitas penunjang dilakukan melalui pembenahan ruang tunggu yang lebih nyaman, penyediaan fasilitas ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta memastikan kesiapan peralatan laboratorium maupun radiologi.
Tak hanya itu, Heriyanto juga menargetkan perubahan budaya pelayanan di lingkungan RSUD Kuala Kurun. Seluruh petugas, mulai dari satpam, petugas pendaftaran, perawat hingga dokter, akan didorong menerapkan budaya pelayanan 3S (Senyum, Sapa, Salam) yang dibarengi komunikasi empatik kepada pasien.
Sebagai bentuk keterbukaan dan peningkatan kualitas layanan, RSUD Kuala Kurun juga akan menghadirkan kanal pengaduan cepat berbasis WhatsApp dan QR Code agar setiap keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat. Selain itu, papan informasi digital mengenai jadwal dokter, ketersediaan tempat tidur, hingga alur pelayanan akan disediakan guna memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Heriyanto optimistis RSUD Kuala Kurun mampu menjadi rumah sakit yang semakin profesional, modern, serta memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan memuaskan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gumas.(Nov/Aw)











