Dinas Pertanian dan BPS Barito Utara Panen Jagung Hybrida

PANEN JAGUNG HYBRIDA-Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Syahmiludin A Surapati bersama BPS setempat melakukan panen bersama jagung hybrida di lahan di jagung kelompok tani (Poktan) Sumber Rejeki di Desa Rimba Sari KM 53 Jalan Muara Teweh – Puruk Cahu.(Media Dayak/Dinas Pertanian Barut)

Muara Teweh,Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dalam rangka peringatan Hari Tani dilakukan kegiatan Panen Jagung Hybrida secara serentak bersama Menteri Pertanian RI, Gubernur, Bupati/Walikota se Indonesia secara virtual dengan Sentral kegiatan dari Grobogan, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanain Kabupaten Barito Utara Syahmiludin A Surapati mengatakan dalam kegiatan itu pihaknya bersama BPS Barito Utara mengikuti kegiatan tersebut secara langsung atau virtual.

“Dinas Pertanian Barito Utara dan PBS setempat dalam mengikuti kegiatan tersebut dari lahan jagung kelompok tani (Poktan) Sumber Rejeki di Desa Rimba Sari KM 53 Jalan Muara Teweh – Puruk Cahu. Luas panen ada 259 Ha dengan varietas NK 212 yang mampu menghasilkan produktifitas 7- 8,2 ton/Ha,” kata Kadis Pertanian Syahmilidun di Muara Teweh, Kamis (30/9/2021).

Dikatakannya, untuk luas tanam dan luas panen jagung Hybrida di sentra sentra produksi di Kabupaten Barito Utara kini diakui merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Kalimantan Tengah. “Berdasarkan data BPS pada tahun 2020 lalu tercatat produksi jagung Hybrida di Kabupaten Barito Utara mencapai 67.299 ton,” kata dia.

Selama ini jelas mantan Gunung Timang ini Barito Utara telah menjadi pemasok utama bahan baku buat pabrik pakan ternak Comfeed di Pelaihari, Kalimantan Selatan. “Dalam waktu dekat ini sudah ada investor yang akan menjajaki kemungkinan besar untuk mendirikan pabrik pakan ternak di daerah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syahmiludin mengatakan program dan perjuangan Bupati Barito Utara H Nadalsyah bersama rekan-rekan pertanian Barito Utara sejak beberapa waktu lalu kini telah membuahkan hasil dan terlihat nyata bukti keberhasilannya.

Dari petani yang semula tidak paham dan tidak mau tanam jagung Hybrida kini tanpa disuruh pun mereka sudah menjadikan komoditi jagung Hybrida sebagai usahatani andalan di daerah ini. Seperti semboyan Bupati H Nadalsyah untuk memotivasi para petani di daerah ini “Ayo Bertani, Bertani Itu Keren“,” kata Mimi panggilan akarab Syahmiludin.(lna/Lsn)

 

 

image_print

Pos terkait