Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng Junaidi. (Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Perbincangan publik terkait mekanisme pemilihan kepala daerah dinilai perlu disikapi dengan sikap tenang dan penuh kedewasaan. Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengingatkan agar dinamika politik yang berkembang tidak sampai mengganggu ketenteraman dan keharmonisan kehidupan sosial masyarakat.
Ia menilai, perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. Namun, jika tidak dikelola dengan bijak, perbedaan tersebut berpotensi memicu gesekan yang justru merugikan kepentingan bersama.
Menurut Junaidi, wacana pilkada
yang mengemuka belakangan ini seharusnya tidak disikapi secara berlebihan. “Masyarakat diharapkan tetap rasional dalam menyerap informasi serta tidak mudah terbawa arus isu yang belum jelas dasar dan kebenarannya,” terangnya, Rabu (28/1/2026)
Yang paling penting katanya melanjutkan, adalah menjaga suasana daerah tetap aman dan nyaman. Jangan sampai dinamika politik justru memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Kalteng selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan sosial yang harus terus dipelihara.
Ia menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga legislatif, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Peran aktif semua pihak diperlukan agar suasana kondusif tetap terjaga dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik.
“Perbedaan pandangan jangan sampai mengikis rasa persaudaraan. Kalteng harus tetap menjadi daerah yang rukun dan solid,” katanya menegaskan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersikap tenang, kritis, dan bijaksana dalam menyikapi setiap perkembangan isu politik, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.(Ytm/Lsn)










