Usai kegiatan, semua yang hadir foto bersama, di aula Makodim 1019/Katingan.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Untuk mencegah konflik komunikasi sosial, Kodim 1019/Katingan gelar pembinaan komunikasi sosial kepada masyarakat di wilayah Kodim 1019/Katingan, Kamis (28/3) kemaren, di aula Makodim setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pamen Denmabesad Kolonel Inf Abdul Rahman Said, Kasdim 1019/Katingan Mayor Inf Slamet Dyanur, Kadis Kesbangpol diwakili Sekban Wanto, Pasi Intel kodim 1019/Ktg Lettu Inf Agus susanto, Kaurminpers Tuud Sintelad Kapten Cba Dhili Supriadi, Baurmin Pokmin Spaban I/Simtelad Serda Guruh Pradia, sejumlah tokoh Agama, tokoh masyarakat, serta 70 orang undangan lainnya.
Kolonel Inf Abdul Rahmad Said selaku Katim Binkom perwakilan dari Mabesad dalam sambutannya mengatakan, tim TNI AD diturunkan untuk masuk ke daerah-daerah yang sebelumnya pernah terjadi konflik sosial dan sekaligus mengundang semua pihak, dengan tujuan agar tidak lagi terjadi konflik. Karena, dampaknya sangat luar biasa. “Salah satu dampaknya, akan merugikan banyak orang dan semua pihak.” katanya.
Terkait dengan paparan yang diungkapkan oleh para narasumber dalam kegiatan ini, dirinya mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya, baik terkait tentang bagaimana cara penanganan konflik maupun berbagai upaya lainnya untuk mengatasinya. “Sehingga, terhindar dari situasi yang dapat memicu konflik sosial,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Dandim 1019/Katingan melalui Kasdim setempat Mayor Inf Slamet Dyanur, dalam penjelasannya mengakui bahwa daerah Kabupaten Katingan tidak pernah terjadi konflik sosial. “Terimakasih kepada masyarakat Katingan, semoga ke depannya juga tidak terjadi konflik sosial,” harapnya.
Terkait dengan konflik sosial dimaksud penyebabnya menurutnya biasanya selain karena ketidak-mampuan dalam menerima perbedaan antar masyarakat, juga ada sedikit perasaan iri dan timbulnya rasa dengki terhadap apa yang diraih seseorang atau golongan tertentu.
“Padahal manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Kuasa memang berbeda-beda, harusnya bisa saling menerima satu sama lainnya,” tuturnya.
Sehubungan dengan hal itulah menurutnya, sangatlah penting peran sejumlah tokoh, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh lainnya, guna memberikan pemahaman yang disertai dengan edukasinya. “Sehingga masyarakat kita dapat memahami tentang perbedaan merupakan hal yang wajar, di mana semua perbedaan tersebut saling menerima dalam kerukunan hidup bermasyarakat,” pungkasnya. (Kas/Lsn)











