Bupati Katingan Sakariyas SE didampingi Sekda setempat Pransang S Sos saat memimpin rapat penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Katingan, Jum’at pagi (27/8) tadi
Katingan, Media Dayak
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan yang diperoleh dari masing-masing kecamatan, korban banjir saat ini sekitar 8.500 Kepala Keluarga (KK). Demikian yang disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD setempat Drs Roby M AP, pada rapat penanggulangan bencana banjir yang dipimpin langsung oleh Bupati Katingan Sakariyas, Jum’at pagi (27/8) tadi.
Jika kita akan membantu paket sembako kepada 8.500 KK yang terdampak banjir tersebut, katakanlah untuk satu paket sembako nilainya sekitar Rp 200 ribu per paket. “Maka, dana yang dibutuhkan untuk 8.500 paket sembako tersebut jumlahnya hampir Rp 1,7 miliar,” sebut mantan kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) ini.
Di tempat yang sama, oleh karena keterbatasan anggaran, Bupati Katingan Sakariyas meminta kepada masing-masing Camat, yang saat ini wilayahnya terdampak banjir agar mendata KK yang kurang mampu. “Dengan maksud, bantuan sembako yang akan diserahkan oleh dinas terkait nanti hanya KK yang memang benar-benar sangat membutuhkan saja, atau kurang mampu,” ujar Sakariyas.
Sedangkan untuk masyarakat lainnya, meskipun juga terdampak banjir, namun mereka pedagang, Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai di pemerintahan lainnya, menurutnya kalau tokh diberi juga akan menolak. “Contohnya, kami pernah memberikan bantuan kepada korban banjir kepada pedagang di tahun yang lalu, dengan sopan dia menolak bantuan tersebut. Alasannya, dia juga banyak sembako,” terang orang nomor satu di bumi Penyang Hinje Simpei ini.
Terkait dengan dengan pasca banjir nanti, kita menurutnya akan memberikan pelayanan kesehatan lagi kepada para korban banjir di masing-masing wilayah kecamatan, khususnya yang terdampak banjir. Karena, sudah dapat dipastikan setiap pasca banjir sejumlah penyakit akan berdatangan, dan siap menyerang masyarakat. “Ini yang harus kita antisipasi. Sehingga, Dinas Kesehatan perlu mempersiapkan obat-obatan sesuai kebutuhan,” ingat mantan direktur Bank Kalteng cabang Kasongan ini, seraya menyebutkan penyakit yang sering berdatangan seperti diare, Demam Berdarah Dangue (DBD) dan lain sebagainya.
Hadir dalam rapat tersebut, selain Sekda setempat Pransang S Sos, Kalak BPBD Drs Roby M AP, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Elmon Sianturi SH MH, perwakilan Polres Katingan, perwakilan Kejaksaan Negeri Katingan, kepala Dinas BKAD Eka Suryadilaga MM, Perwira Penghubung (Pabung) dan sejumlah instansi terkait lainnya. (Kas/Aw)











