Usai prosesi pelepasan, Bupati Katingan Saiful beserta jajarannya dan anggota DPRD Kabupaten Katingan menyempatkan diri untuk foto bersama ratusan mahasiswa IAKN Palangka Raya yang akan melaksanakan KKN di bumi Penyang Hinje Simpei, Selasa (7/7), di depan kantor Bupati Katingan.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Bupati Katingan, Saiful melepas mahasiswa reguler Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya dalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Katingan, Selasa (7/7), dengan mahasiswa yang ber KKN di Kabupaten Katingan sebanyak 206 orang. Sedangkan tempat mereka ber KKN, dibagi dalam tiga wilayah Kecamatan dalam beberapa desa, yaitu di wilayah Kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan. Sementara waktu yang diberikan sekitar 40 hari, yaitu sejak tanggal 7 Juli hingga 19 Agustus 2026.
Bupati Katingan, Saiful dalam sambutannya menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IAKN Palangka Raya yang telah mempercayakan daerah Kabupaten Katingan sebagai lokasi lokus pelaksaan KKN tahun 2026 ini untuk 206 orang mahasiswanya.
Terkait KKN dimaksud menurut Saiful bukan sekedar tahapan akademik yang wajib untuk dilalui, melainkan sebuah jembatan emas yang menghubungkan dunia teori perkuliahan, dengan realitas kehidupan masyarakat. “Oleh karena itu, disinilah momentum bagi adik-adik mahasiswa untuk menguji kapasitas, kedewasaan berfikir dan berfikir, serta kepedulian sosial,” kata Saiful.
Selanjutnya, kehadiran mahasiswa IAKN Palangka Raya di Kabupaten Katingan ini menurutnya, sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah kita, khususnya dalam penguatan aspek mental spiritual, pendidikan karakter, keagamaan dan pemberdayaan sosial kemasyarakatan. “Sehingga, dalam pelaksanaan KKN ini saya titipkan beberapa pesan penting kepada seluruh mahasiswa nya,” ucapnya, seraya menyebutkan sejumlah pesan dimaksud, diantaranya mengenali dan menghormati kearifan lokal, seperti pepatah mengatakan, ‘Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung’. Kemudian, jadikanlah agen perubahan dan solusi serta jaga nama baik almamater.
Akhir dari sambutannya dirinya menginstruksikan kepada masing-masing Camat dan desa sebagai lokasi tempat mahasiswa ber KKN, selain dapat menerima kedatangan para mahasiswa tersebut, juga agar dapat memberikan bimbingan serta ikut mendukung mereka dengan sebaik mungkin. “Berikan ruang bagi mereka untuk berkreasi dan bantulah agar program yang telah direncanakan dapat berjalan beriringan dengan program pembangunan desa,” ingat orang nomor satu di Kabupaten berjuluk bumi Penyang Hinje Simpei ini. (Kas/Aw)












