WAWANCARA – Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, saat diwawancarai Wartawan terkait kesiapan Lamandau menjadi percontohan Herd Immunity. (Media Dayak/Tin/Rsn)
Nanga Bulik, Media Dayak
Percepatan vaksinasi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau agar herd immunity (kekebalan kelompok) di masyarakat bisa segera terwujud.
Namun, dengan keterbatasan alokasi vaksin selama ini setidaknya menjadi salah satu faktor masih belum tercapainya target vaksinasi di Bumi Bahaum Bakuba.
Belum lama ini, Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, telah menyurati Menteri Kesehatan RI untuk meminta alokasi vaksin dalam rangka mempertahankan Lamandau yang saat ini berada di level 2 dan akan berupaya menekan ke level 1 serta bahkan sampai ke zona hijau.
Menurut Bupati, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sangat memengaruhi atau terbukti mampu menekan sebaran COVID-19 di Kabupaten Lamandau.
“Berbicara tentang PPKM skala mikro, Kabupaten Lamandau ini bisa dikatakan skala mikronya Kalimantan Tengah. Tentu, dengan target vaksinasi yang hanya 75 ribu warga, sebenarnya tidak terlalu berat jika memang vaksinnya tersedia,” ungkapnya.
Sebab itu, pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi juga bisa mendorong pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk dapat memprioritaskan alokasi vaksin untuk Kabupaten Lamandau.
“Insya’allah Kita (Kabupaten Lamandau), siap untuk dijadikan percontohan herd immunity khususnya di Kalteng,”ungkapnya. (Tin/Rsn)











