MEMOTONG – Bupati Katingan, Sakariyas, saat memotong nasi tumpeng dalam perayaan peringatan HUT DWP ke 23 dan HUT Hari Ibu ke 94, Selasa pagi (13/12) kemaren, di Gedung Serbaguna Salawah – Kasongan. (Foto : Media Dayak/Kas)
Kasongan, Media Dayak
Dukung kinerja suami. Demikian pesan Bupati Katingan Sakariyas, yang diungkapkannya pada acara peringatan Hari Ibu dan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Selasa pagi (13/12) kemaren, di gedung serbaguna Salawah – Kasongan.
Tujuannya, kata Bupati, adalah untuk meningkatkan kualitas ketahanan keluarga. Sedangkan bentuk dukungannya disamping melalui beragam kegiatan DWP dalam bidang ekonomi, juga melalui pendidikan, sosial dan budaya.
Hal ini penting, karena peran seorang ibu dalam keluarga merupakan central bagi keluarga. Contohnya, ibu melahirkan, mengasuh dan mendidik anak hingga dewasa. “Di sisi lain, ibu juga turut mendampingi suami dalam hal pekerjaan,”jelasnya, seraya berharap DWP bisa lebih menunjukan karya nyata di tengah masyarakat.
Terlebih, lanjutnya, di masa pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas kesehatan, pendidikan juga berdampak terhadap ekonomi. Intuk itulah, seorang ibu diharapkan peka terhadap kondisi yang terjadi dengan melakukan penyesuaian. “Selamat ulang tahun Dharma Wanita Persatuan Ke-23 dan selamat Hari Ibu ke-94,”ucap orang nomor satu di bumi Penyang Hinje Simpei ini.
Sementara, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Nanti Pransang, mengatakan, HUT DWP akan menjadi momentum untuk meningkatkan kontribusi dalam pembangunan. Ibu yang cerdas, katanya, akan menjadi penentu kualitas keluarga.
“Dengan tema membangun perempuan cerdas untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital, marilah kita mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan bangsa menuju perubahan yang baik,”ucapnya.
Ia juga menambahkan, DWP Kabupaten Katingan telah banyak membuat beragam kegiatan guna meningkatkan ketrampilan anggota. Diantaranya ketrampilan membuat tas dan dompet yang sangat berguna meningkatkan taraf hidup.
Disi lain, pihaknya juga membantu pemulihan kaum perempuan pasca bencana banjir untuk bisa bangkit mengejar ketertinggalan. Apalagi di era digitalisasi saat ini masyarakat dengan mudah memperoleh informasi. Tentu akan memberi pengaruh negatif maupun positif. “Pembelajaran ketrampilan dapat dilakukan tanpa perlu lagi tatap muka. Hal itu berdampak positif terhadap ketahanan keluarga dengan membuka ruang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi,”pungkasnya. (Kas/Rsn)












