TINJAU JEMBATAN GANTUNG DESA SABUH- Bupati Barito Utara (Barut), H Nadalsyah didampingi oleh Wakil Bupati, Sugianto Panala Putra dan Kadis PUPR, M Iman Topik melakukan peninjauan pembangunan jembatan gantung di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kamis (2/12).(Media Dayak:ist)
Muara Teweh, Media Dayak
Usai meremikan dan pemberian nama jembatan penyeberangan Muara Teweh–Jingah, Bupati Barito Utara (Barut), H Nadalsyah didampingi oleh Wakil Bupati, Sugianto Panala Putra dan Kadis PUPR, M Iman Topik melakukan peninjauan pembangunan jembatan gantung di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kamis (2/12).
Kedatangan rombongan Bupati disambut oleh Kepala Desa (Kades) Sabuh Ahmad Junaid beserta jajarannya dan tokoh masyarakat di Kantor Desa Sabuh.
Selain meninjau pembangunan jembatan gantung, Bupati Nadalsyah dan rombongan juga menyerap aspirasi dan masukkan dari warga masyarakat terkait pembangunan dan infrastruktur di Desa Sabuh.
Jembatan gantung dengan panjang kurang lebih 60 meter dan lebar 3 meter membentang di ujung Desa Sabuh, yang dibangun dengan nol dana APBD.
Bupati Nadalsyah mengatakan bahwa jembatan nantinya diperuntukkan juga untuk kendaraan roda empat dengan kriteria khusus seperti ambulans. “Supaya warga bisa langsung ke RSUD Muara Teweh apabila mengalami musibah atau yang akan mendapat perawatan medis,” jelas bupati Nadalsyah, Kamis (2/12).
Tujuan kata Nadalsyah pembangunan jembatan tersebut adalah untuk menghubungkan antar desa, agar masyarakat bisa lebih singkat menempuh perjalanan ke desa lain maupun ke ibu kota kecamatan/ kabupaten.
“Selama ini warga desa melalui jalur jalan perusahaan yang masih berstruktur tanah dimana mudah becek apabila musim penghujan,” kata Nadalsyah.
Bupati berharap kedepannya bila jembatan telah fungsional, warga masyarakat akan lebih mudah dalam akses transportasi dan juga aktivitas dalam membawa hasil kebunnya ke kota atau antar desa sekitar.(lna/Aw)












