Bupati dan Wabup serta Pejabat Lingkup Pemkab Saksikan Pidato Kenegaraan Presiden

Bupati H Nadalsyah dan Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, unsur FKFD, dan anggota DPRD Barito Utara saat mendengarkan pidato presiden RI, di gedung DPRD Barito Utara, Senin (16/8).(Media Dayak/Ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Seperti tahun sebelumnya, sebelum Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, Presiden RI akan menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, Senin (16/8).

Presiden Jokowi selain akan menyampaikan pidato kenegaraan juga menyampaikan pidato mengenai kebijakan ekonomi pada tahun 2022 yang tertuang dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2022. Pidato Kenegaraan Presiden tersebut hanya dihadiri secara fisik sebanyak 60 orang sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, termasuk Presiden dan Wakil Presiden.

Undangan lainnya mengikuti secara virtual, antara lain tiga mantan presiden, empat mantan wakil presiden. Dari Kabupaten Barito Utara, Bupati Barito Utara H Nadalsyah dan Wakil Bupati Sugianto Panala Putra menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI bersama dengan Pimpinan dan anggota DPRD, unsur FKPD dan Asisten Administrasi Umum di Ruang Rapat Paripurna DPRD dan para kepala perangkat daerah di kantornya masing-masing.

Sebelum disampaikan Pidato Kenegaraan, Ketua MPR, Bambang Soesatyo membuka Sidang Tahunan MPR RI. Ketua MPR menyampaikan beberapa hal diantaranya perkembangan dan penanganan Pandemi Covid-19 dan pentingnya vaksinasi ideologi serta rekomendasi dan hasil kajian MPR menyatakan perlunya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) untuk memastikan potret wajah Indonesia 50 tahun ke depan.

“PPHN akan menjadi landasan setiap rancangan strategis pemerintah. Untuk melaksanakannya, diperlukan perubahan UUD Negara 1945. Saat ini masih tidak memungkinkan untuk membuka kotak Pandora terkait perubahan UUD tersebut,” kata Ketua MPR RI.

Presiden Jokowi dalam pidatonya menyampaikan bahwa krisis resesi dan Pandemi seperti api. “Api bisa menyakitkan tapi bisa menguatkan,” kata Jokowi.

Pandemi kata Presiden memberikan beban yang penuh dengan resiko, semua pilar kehidupan diuji dan diasah.

“Ujian dan asahan seperti dua mata sisi yang berbeda, yang membuat bangsa bisa menjadi kuat. Kemerdekaan bukan diperoleh dari pemberian, tetapi dari perjuangan panjang. Resesi dan krisis yang menerpa mampu dilewati, memacu kita untuk berubah pada kehidupan baru yang dulu dianggap tabu. Karakter berani untuk berubah merupakan pondasi untuk Indonesia Maju,” kata Jokowi.

Presiden juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur terus diupayakan dan reformasi struktural tetap menjadi agenda utama. Pemerintah saat ini mengupayakan kombinasi terbaik antara kesehatan dan kepentingan kehidupan sehari-hari. “Menyelamatkan rakyat merupakan hukum tertinggi di negara kita,” jelas Jokowi.

Presiden menyampaikan penanganan Pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemerintah lainnya serta ucapan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang konsisten dan produktif selama ini. (lna)

image_print

Pos terkait