Bantuan Keagamaan Hindu Kaharingan Sebaiknya Dilelang

Salah satu tokoh Hindu Kaharingan Gumas, Kali L Pohon. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bantuan sosial keagamaan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tahun ini dan seterusnya untuk pembangunan rumah ibadah balai basarah umat Hindu Kaharingan sebaiknya dilelang.

Permintaan itu disampaikan Kali L Pohon, salah satu tokoh Hindu Kaharingan Kabupaten Gumas, melalui sambungan telepon, Sabtu (15/1).

“Saya menyambut baik bantuan sosial keagamaan untuk pembangunan rumah ibadah umat Hindu Kaharingan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Namun saya berharap, bantuan tidak diberikan langsung secara tunai, tapi melalui lelang. Rekanan pemenang lelang lah yang nantinya mengerjakan pembangunan rumah ibadah itu,” kata Kali.

Mantan Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Gumas periode 2020-2015 itu lebih lanjut menyatakan, lelang pembangunan rumah ibadah umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Gumas perlu dilakukan, karena selama ini diduga bantuan secara tunai itu dalam penggunaannya tidak sesuai seperti yang diharapkan. Diperkirakan 70 persen bantuan mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya.

“Saya melihat dan mendengar keluhan dari umat Hindu Kaharingan Kabupaten Gunung Mas, dari tahun ke tahun bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas untuk pembangunan rumah ibadah umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Gunung Mas tidak sesuai dengan yang dikehendaki umat. Hal itu disebabkan mereka sebagai pengurus yang terlibat dalam pembangunan rumah ibadah diduga tidak mengelola bantuan itu dengan baik dan benar,” beber Kali.

Fenomena itu, lanjut dia, terjadi sejak tahun 2015 sampai sekarang. Ia menilai dan menduga ada oknum ataupun sekelompok orang dalam kepengurusan lembaga yang tidak menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, sesuai yang diharapkan umat.

Apa yang diduga telah dilakukan, mencederai perasaan dan harapan umat Hindu Kaharingan, sehingga sangat lebih baik apabila bantuan sosial keagamaan untuk pembangunan rumah ibadah umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Gumas dilakukan melalui pelelangan.

“Walaupun bantuan itu Rp 50 juta, dalam pelaksanaannya lebih baik dilakukan pihak ketiga. Ini untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, demi kepentingan umat Hindu Kaharingan, bukan demi kepentingan oknum ataupun sekelompok orang tertentu yang menerapkan moral hazard,” tutur Kali. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.