
RAKOR BERSAMA BPTD KALTENG-Dinas Perhubungan Barito Utara saat melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XVI Provinsi Kalimantan Tengah terkait bantuan dana pembangunan bandara baru H Muhammad Sidik di desa Trinsing.(Media Dayak : ist)
Muara Teweh, Media Dayak
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan mengucukan anggaran sekitar Rp99,229 milyar untuk pembangunan bandara Haji Muhammad Sidik di desa Trinsing, kecamatan Teweh Selatan, kabupaten Barito Utara. Anggaran ini akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan bandara tersebut secara bertahap.
Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara, Ir H Iwan Fikri MM, Senin (18/3) kemarin, mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XVI Provinsi Kalimantan Tengah.
Dari rapat itu diketahui bahwa tahun 2019 pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan atau penyelesaian bandara dengan anggaran yang cukup besar.
“Alokasi anggaran sebesar Rp 99,229 miliar itu nantinya dibagi menjadi sepuluh item kegiatan, yaitu pemindahan dan pemasangan conveyor belt type I terminal chek in. Kemudian perluasan dan rehabilitasi gedung, termasuk halaman parkir,” kata Iwan Fikri.
Kemudian, kegiatan lanjutan pembangunan gedung terminal tahap II hingga selesai. Adapula pembuatan drainase terbuka tahap II. Lanjutan pekerjaan galian termasuk pekerjaan pemenuhan standard runway strip.
“Ada juga pekerjaan rekonstruksi runway dan apron serta pengawasan pembangunan prasarana sisi udara, pengawasan pembangunan prasarana sisi darat. Kemudian pengadaan dan pemasangan pagar sisi udara dengan wiremesh dan pembuatan halaman parkir terminal penumpang,” kata Iwan Fikiri.
Menurutnya, dengan sepuluh item kegiatan itu, diharapkan bandara baru kebanggaan Barito Utara dapat fungsional sesuai dengan kebutuhan. Iwan Fikiri juga menambahkan, sepuluh item kegiatan tersebut sudah dilaksanakan lelang dan bahkan telah dikerjakan. Sebab target penyelesaian pada tahun ini juga sesuai dengan kontrak kerja sama dengan kontraktor pelaksana.
Lebih lanjut Iwan Fikri menjelaskan, dikucurkannya anggaran tersebut, diharapkan bandara sudah dapat beroperasi, minimal pada tahun 2020 yang mana nanti bandara dapat digunakan untuk sarana angkutan penumpang.
“Kucuran anggaran untuk bandara baru di Desa Trinsing ini, merupakan terbesar ke enam seluruh Indonesia dan ini juga sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan. Dimana lima bandara harus selesai pada Agustus tahun ini, termasuk bandara Haji Muhammad Sidik, desa Trinsing kecamatan Teweh Selatan,” pungkasnya. (lna)













