Jakarta, Media Dayak
Pemerintah terus memperluas akses layanan kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Selain mendekatkan pemeriksaan kepada masyarakat, program ini juga diperkuat dengan deteksi dini tuberkulosis (TBC) berbasis keluarga untuk menemukan kasus lebih cepat dan memutus rantai penularan.
Melalui layanan Homecare di Kabupaten Jember, pemerintah menghadirkan pemeriksaan kesehatan hingga ke rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang mengalami kendala mengakses fasilitas kesehatan.
Program tersebut melengkapi pelaksanaan CKG yang telah menyediakan pemeriksaan foto rontgen di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 228 titik di Kabupaten Jember.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian TBC sehingga deteksi dini terhadap kontak erat pasien harus diperkuat.
“Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC terbesar kedua di dunia, jadi kita harus melakukan langkah luar biasa. Pengobatan pasien TB sudah berjalan dengan baik, tetapi tantangannya adalah orang yang tinggal serumah atau kontak erat sering kali belum diperiksa. Di sinilah kita harus memperkuat deteksi dini agar penularan TBC dapat dihentikan lebih cepat,” ujar Benjamin.
Ia menjelaskan masyarakat yang terdiagnosis TBC akan segera mendapatkan pengobatan, sedangkan kontak erat yang belum sakit akan memperoleh Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
“Yang sakit kita obati, sedangkan yang belum sakit akan kita berikan obat pencegahan. Kalau diberikan terapi pencegahan lebih awal, kita bisa memutus rantai penularan sebelum penyakit berkembang,” katanya.
Benjamin juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat ikut menyukseskan program tersebut.
“Yang terpenting adalah masyarakat mau datang untuk diperiksa sehingga kasus TB bisa ditemukan lebih cepat dan segera ditangani,” tambahnya.
Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, menilai perluasan layanan kesehatan juga berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan.
“Kemiskinan dan kesehatan merupakan dua persoalan yang saling berkaitan erat. Perluasan akses layanan kesehatan merupakan salah satu bentuk intervensi penting dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengapresiasi pelaksanaan CKG bagi mitra Gojek di Medan. Menurutnya, program tersebut memudahkan pekerja lapangan memperoleh layanan kesehatan tanpa harus datang ke puskesmas.
“Kegiatan hari ini adalah implementasi dari program Bapak Presiden RI berupa cek kesehatan gratis. Jadi yang biasanya masyarakat datang ke Puskesmas, ini langsung kita dekatkan ke para mitra di kantor Gojek,” kata Bobby.(Ist/Lsn)








