Relawan Jum’at Berkah Masjid Jami Al Ghufron saat melakukan suplai air bersih kepada ribuan masyarakat Kasongan dan sekitarnya.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Ribuan masyarakat Kabupaten Katingan, khususnya para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Katingan mengeluh, lantaran air PDAM tidak mengalir di rumahnya masing-masing.
Mami, salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang bertempat tinggal di desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir mengatakan, bahwa ribuan pelanggan PDAM mengeluh lantaran air di desanya tidak mengalir selama satu bulan lebih, yaitu sejak Januari hingga Februari 2026 ini.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan sebagai pemilik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mencarikan solusi. “Sehingga, air yang disalurkan oleh PDAM bisa kembali mengalir ke rumahnya dan ke seluruh pelanggan,” pinta Mami, yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Selasa pagi (10/2), via telpon selulernya.
Karena, air bersih ini menurutnya merupakan kebutuhan dasar yang mutlak bagi dirinya bersama ribuan masyarakat lainnya di desa Hampalit pada khususnya dan masyarat Kabupaten Katingan pada umumnya. Baik untuk konsumsi dan memasak, sanitasi seperti mandi dan mencuci maupun untuk menunjang kesehatan, kenyamanan dan produktivitas se hari-hari.
Meskipun selama tidak mengalirnya air dari PDAM, menurutnya, dirinya pernah dibantu oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Katingan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah relawan lainnya, dengan cara menyuplai air bersih ke desanya, namun tetap saja tidak terpenuhi. “Karena, yang disuplai mereka, bukan hanya di desa kami saja, tapi di ribuan pelanggan lainnya di beberapa desa dan di kelurahan lainnya, yang juga membutuhkan air bersih,” terangnya.
Di tempat terpisah, Hermanto salah seorang pedagang air galon, dalam pengakuannya mengatakan, dalam satu bulan ini air galon yang dijualnya dengan menggunakan mobil pickup meningkat secara signifikan. “Kalau sebelumnya terjual hanya 100 galon/hari, sekarang bertambah menjadi 300 galon/hari,” ujar Hermanto. (Kas/Aw)










