FOTO BERSAMA BUPATI-Pembina Yasasan Batara H Tajeri bersama Wakil Bupati, Sekda dan unsur FKPD foto bersama Bupati H Nadalsyah usai meresmikan gedung baru STIE Muara Teweh, Kamis (24/2/2022).(Media Dayak/Lana)
Muara Teweh, Media Dayak’
Pembina Yayasan Batara DR H Tajeri mengatakan H Malik Muliawan SH adalah salah satu inisiator pendiri Yayasan Batara Muara Teweh bersama mantan Bupati Barito Utara Drs ADJ Nihin 1988-1993 periode pertama, dan periode ke II 1993-1998. Dalam perjalanannya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muara Teweh dimana pendiri Yayasan Batara Drs ADJ Nihin mewasiatkan kepada DR H Tajeri meminta untuk meneruskan cita-cita perjuangannya.
Semua diungkapkannya pada saat menyampaikan sambutan pada acara peresmian gedung baru Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muara Teweh oleh Bupati Barito Utara H Nadalsyah, Kamis (24/2/2022) kemarin.
Dibawah Yayasan Batara, STIE Muara Teweh berdiri sejak tanggal 18 November 1996 dengan status terdaftar pada waktu itu masih Mendikbud RI nomor 172/D/O/1998. “Alhamdulillah Akreditasi Instusi dan program studi dengan nilai baik dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi Nasional (BAPTN),” ungkap H Tajeri.
Dikatakannya, jumlah mahasiswa kita yang aktif sampai sekarang berjumlah 378 orang termasuk beberapa anggota DPRD Kabupaten Barito Utara. “Jadi teman-teman ada yang mau kuliah di STIE ini, Alhamdulillah bergabung dan mereka-mereka ini juga banyak membantu kita,” ucap Tajeri.
Selain itu juga, untuk penerima beasiswa, baik siswa bidik misi maupun sejenisnya ada 146 orang. “Alumni kita juga termasuk Anggota DPRD Barito Utara, kepala dinas, instansi yang Alhamdulillah Pak bupati, bisa artinya mamfaatkan, menggunakan mereka sebanyak 1202 orang,” tuturnya.
Lanjut dia, untuk dosen yang sekarang sedang di sekolahkan ke program jenjang S3/Doktor sebanyak 3 orang. “Satu orang, Alhamdulillah Pak Bupati, atas nama Pak Bambang Edhi Prayitno mantan Sekda kita sampai sekarang masih tercatat sebagai dosen aktif yang memiliki nomor induk dosen khusus, karena pada waktu itu menjabat selaku Sekda.
“Waktu beliau (Bambang Edhy Prayitno) menjabat Sekda, beliau aktif sampai sekarang melalui viazoom, dan di awal Februari kemaren beliau telah menyelesaikan program S3 nya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ),” cetusnya.
Dikatakannya, untuk dosen STIE yang bergelar Doktor dan sudah menyelesaikan programnya sebanyak 4 (4mpat) orang, 3 (tiga) orang masih studi. “Yang di sekolahkan oleh yayasan juga, ini untuk program S2 sebanyak 10 orang.
“Dan Alhamdulillah, satu orang termasuk anggota DPRD Barito Utara, ketua Komisi I sudah menyelesaikan S2, tetapi beliau tidak aktif di dosen, semua termasuk S3 di biayai oleh Yayasan Batara sampai selesai,” ujar Tajeri yang juga anggota DPRD Barito Utara ini.
Ia mengungkapkan, pembangunan gedung baru STIE ini di mulai dari tahun 2017, di mulai dari hibah tanah kurang lebih 6000 meter persegi dari isterinya dengan akta Notaris yang kemudian diserahkan ke BPN sehinga keluarlah hibah tersebut.
Lebih lanjut H Tajeri mengatakan pada tahun 2017, dirinya mendapatkan tawaran dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan untuk berlomba-lomba memperoleh dana yaitu program pembinaan PTS.
“Pada waktu itu di tahun 2017 kita di undang ke Surabaya, tentunya perjuangan cukup panjang, Alhamdulillah membawa berkas yang lengkap, perizinan sertifikat semua asli, dan diminta untuk memaparkan usulan tersebut,” timpalnya lagi.
“Alhamdulilah, STIE Muara Teweh dibawah yayasan Batara pada waktu itu dananya sebesar Rp 750 juta per PTS. Namun pada waktu itu ada kebijakan dari Kemenkeu, ada pemotongan 25 persen sehingga kita mendapatkan Rp551.250,000 juta. Alhamdulillah dalam waktu 3 (Tiga) bulan, tiga ruangan bisa selesai dan lansung diperiksa oleh Kementerian,” ujarnya lagi.
Lanjutnya lagi, pada tahun 2017 ada hibah dari pemerintah daerah sebesar Rp350 juta, dengan peruntukan untuk pembuatan pagar depan dan pengurukan drainase. “Karena tempat kampus yang ada di depan kita sekarang ini awalnya adalah ruak, air dan lumpur dan juga disekitar sini dulu tidak ada yang ingin membangun rumah,” ujar Tajeri yang juga politisi partai Gerindra ini.
Dan pada tahun 2018 katanya ada lagi hibah dari pemerinytah daerah sebesar Rp 500 juta. “Dana ini untuk penataan, pengadaan peralatan dan perlengkapan, Alhamdulillah waktu itu juga sudah pernah di periksa oleh perwakilan BPK RI, Alhamdulillah kita dalam posisi aman,” ungkapnya lagi.
Selanjutnya pada tahun 2019, ada pembinaan dari program PTS dari kementerian dan di undang ke Semarang untuk memaparkan usulan tambahan gedung. “Dan Alhamdulillah kita di nyatakan lolos, mendapatkan dana sebesar Rp 750 juta untuk tiga ruangan,” tuturnya lagi.
Ditahun yang sama, ada hibah dari pemerintah daerah sebesar RP 290 juta untuk membangun Mushala, kekurangannya ditutupi oleh dana yayasan, “Dan Alhamdulillah ini dapat berpungsi untuk masyarakat di lingkungan kampus STIE Muara Teweh,” terangnya.
Selain dana hibah dari pemerintah daerah Kabupaten Barito Utara, ada juga hibah dari pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Barut yaitu PT SMM berupa AC, Meoble, Lemari kursi dengan total dana sebesar RP200 juta. “Jadi mereka hibah dalam dana CSR, tetapi Kwitansinya diperlihatkan kepada pihak yayasan Batara karena menerima dalam bentuk barang,” ujar DR H Tajeri.
Lanjut Tajeri, ada juga dana hibah dari PT MME berbentuk kursi kulian sebanyak 20 unit dan hibah dari PT Medco berupa buku sebanyak 150 exampler. “Mudah-mudahan buku ini bisa bermamfaat untuk anak-anak kita,” katanya.
Dan di tahun 2021, melewarti Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, dana fisik untuk aula sebesar Rp 492.516,000,-. “Mudah-mudahan ini bisa terselesaikan sampai jabatan akhir bupati, semoga bupati panjang umur, sehat selalu bisa menyelesaikan masa tugas sampai di akhir jabatan dalam arti beliau memberikan dukungan yang sangat luar biasa terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.(lna/Lsn)













