Abdul Razak Klarifikasi Isu Batal Maju Pilgub Kalteng 2020

H. Abdul Razak

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bakal calon Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Abdul Razak menegaskan bahwa dirinya belum menyatakan mundur dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Kalteng tahun 2020.

H. Abdul Razak sebelumnya sempat mendaftarkan diri ke sejumlah Partai seperti Partai Golongan Karya (Golkar), NasDem, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN), sebagai salah satu syarat kursi untuk mengikuti kompetisi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2020.

“Saya sendiri sebenarnya tidak ada keinginan yang luar biasa untuk maju di Pilkada 2020. Hanya memang keinginan tokoh dan keinginan dari kader Golkar, sekarang jelas kalau Petahana akan maju lagi, dan kemungkinan besar mendapatkan perahu yang memenuhi persyaratan,” ucap Abdul Razak saat dibincangi Mediadayak.co.id, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Rabu (19/02/2020).

Wakil ketua DPRD Provinsi Kalteng periode 2019-2024 ini juga menegaskan, sampai dengan saat ini tidak ada satu bakal calon pun yang sudah mengantongi rekomendasi yang memenuhi syarat sembilan kursi.

Dirinya kembali menegaskan, sabagai salah satu kader Golkar akan tunduk terhadap putusan Golkar Pusat yang menunjuk selain dirinya untuk maju di Pilgub Kalteng 2020 nanti. 

Bahkan dirinya juga mengakui bahwa dirinya memiliki ikatan keluarga yang tidak bisa dipisahkan oleh faktor lain dengan Petahana. Dengan alasan itulah Abdul Razak mengambil keputusan untuk berpikir kembali untuk tidak maju. 

“Jika patahana maju, saya tidak maju. Tapi tidak ada istilah saya mundur sampai detik ini. Hubungan saya dengan Patahanan kan kakek dan cucu. Misalnya kalau sama-sama maju, apa kata orang? Dan tidak pernah terjadi kakek dan cucu ikut dalam satu pertarungan, sehingga saya yang lebih tua mempersilakan dan memberikan kesempatan Petahana untuk maju apalagi kalau diusung Golkar,” ujarnya.

Selain itu, sambung Razak, ketika dua-duanya memenuhi syarat maju dalam Pilgub Kalteng 2020 nanti, semisalnya nanti lebih dari 3 pasangan calon, ada kemungkinan besar salah satunya akan akan menang, atau dua-duanya yang akan kalah, dengan alasan, dukungan yang diberikan sama. 

“Kalau faktanya seperti itu, saya yang lebih tua kenapa harus memaksakan? Berbeda kalau Petahana tidak maju. Walaupun kita tidak mengharapakan, saya pertimbangkan untuk tetap maju,” pungkas Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Kalteng.(Nvd)

image_print

Pos terkait